Malang, blok-a.com – Sebanyak 60 peserta dari berbagai kota/kabupaten mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) angkatan ke 11 yang diadakan PWI Malang Raya dengan menggandeng Polresta Malang Kota, Senin (18/12/2023).
OKK dibuka langsung oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto S.I.K, M.Si, bertempat di Balroom Sanika Satyawada, Mapolresta Malang, Jalan Jaksa Agung Suprapto, No. 19, Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pukul 09.51 WIB.
Dalam sambutannya, Kapolresta Malang Kota mengajak para wartawan, khususnya wartawan Malang Raya untuk ikut mengawasi anggotanya dalam pesta demokrasi tahun 2024 mendatang agar bisa netral.
Ia juga mengajak wartawan turut serta menjadi pilar edukasi dalam Pemilu 2024.
”Jika ada anggota saya yang tidak netral, laporkan langsung kepada saya. Mari kita sukseskan pesta demokrasi ini dengan aman, tenang dan damai. Peran wartawan sangat penting untuk ikut mengedukasi ke masyarakat agar menggunakan hak suaranya dalam menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono dalam sambutannya mengapresiasi Polresta Malang yang sudah memfasilitasi terselenggaranya OKK PWI Malang Raya angkatan ke 11.
Ucapan terima kasih langsung disampaikan kepada Kapolresta dan seluruh anggota kepolisian termasuk Humas Polresta Malang yang terlibat.
Ia berharap sinergitas antara polisi dan wartawan terjalin dengan baik.
”Sekali lagi saya ucapkan kepada bapak Kapolresta Malang Raya, yaitu bapak Kombes Budi Hermanto, Kasi humas bapak AKP Yudi, dan semua yang terlibat dalam kegiatan OKK kali ini. Yang mana sudah memfasilitasi semuanya, semoga sinergitas ini bisa terjalin terus,” cetusnya.
Tak lupa, Cahyono juga menekankan kepada peserta OKK yang merupakan calon anggota PWI agar benar-benar memperhatikan kode etik jurnalistik.
Wartawan yang terjun langsung ke lapangan harus punya bekal dan selalu memperhatikan etika agar benar-benar kompeten.
”Wartawan harus memperhatikan kode etik, terutama yang di lapangan, harus hati-hati. Jika ada pelanggaran kode etik, maka akan dikenakan sangsi dalam hal ini dewan pers yang menentukan sangsinya,” ucap Cahyono.
Menurut Cahyono, jumlah wartawan se-malang raya saat ini ada sekitar 356 orang. Harapannya semua wartawan kedepannya bisa mengikuti ujian kompetensi wartawan (UKW).
Sejak tahun 2001 sampai 2023, PWI Malang Raya sudah mengadakan UKW dan meluluskan sekitar 221 peserta, terdiri dari, muda, madya, dan utama.
Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Jatim sekaligus penguji UKW, Joko Tetuko dan Ketua Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) Jawa Timur, Mahmud Suhermono hadir sebagai pemateri OKK kali ini.
Joko Tetuko menyampaikan bahwa wartawan itu tugas kenabian, artinya wartawan harus benar-benar memegang kode etik jurnalistik. Nabi menyempurnakan akhlak, wartawan menyampaikan, mengedukasi dengan etik.
”Wartawan itu tugas kenabian, kalau berbicara akhlak itu etika, wartawan harus hafal kode etik jurnalistik, seperti orang muslim harus hafal surat alfatihah, itu pentingnya kode etik sebagai bekal wartawan,” pungkasnya.(sya/lio)









