Deretan Fakta Mengenai Aksi Solidaritas 40 Hari Tragedi Kanjuruhan

Keluarga mendiang Gabriel kembali menuntut keadilan (Blok-a.com/Helen)
Keluarga mendiang Gabriel kembali menuntut keadilan 10 November 2022 lalu (Blok-a.com/Helen)

blok-a.com – Berikut deretan fakta terkait aksi solidaritas 40 hari Tragedi Kanjuruhan yang digelar di Stadion Gajayana hingga Balai Kota Malang pada Kamis (10/11/2022) kemarin.

Ratusan Aremania turut menghadiri aksi solidaritas ini dengan memakai baju serba hitam sambil membawa poster-poster keadilan. Selama aksi berlangsung, Aremania tak henti-hentinya melantangkan seruan keadilan untuk korban Tragedi Kanjuruhan

Selain menyampaikan orasi, ratusan Aremania itu juga menggelar serangkaian acara seperti doa bersama dan aksi teatrikal.

Dibalik serangkaian acara tersebut, nampaknya terdapat beberapa fakta menarik yang telah dirangkum blok-a.com dari berbagai sumber. Fakta tersebut diantaranya adalah.

  1. Diwarnai hujan deras dan isak tangis Aremania
    Hujan deras bercampur isak tangis Aremania turut mengiringi aksi solidaritas Aremania yang digelar di depan Balai Kota Malang pada Kamis (10/11/2022).

Dibawah hujan yang deras, suasana haru menyelimuti Balai Kota Malang dengan diiringi panjatan doa dari para Aremania.

“Yaallah kabulkan doa kami turunkan keadilanmu yaallah kami yakin hujan ini adalah rahmatmu,” ungkap pemimpin doa.

Suasana pun menjadi semakin pecah ketika banyaknya isak tangis yang keluar dari mata para Aremania berserta keluarga korban yang ikut dalam aksi solidaritas siang hari ini.

  1. Tampilkan aksi teatrikal
    Tak hanya menggelar acara doa bersama, Aremania juga menggelar aksi teatrikal dengan menampilkan adegan yang terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober silam.

Aksi teatrikal itu meliputi peragaan penembakan gas air mata ke para suporter, pemukulan sejumlah Aremania, dan di injak-injak hingga bergelimpungan.

“Maksud kami, jangan tembakkan gas air mata ke tribun. Kan banyak anak-anak dan perempuan yang rentan. Teatrikal ini sebagai simbol Tragedi Kanjuruhan. Makanya tadi ada yang diinjak-injak juga,” ujar Pemeran Maskot Singa, Kukuh Sanyoto.

  1. Terdapat 135 keranda
    Dalam aksi solidaritas ini, ratusan Aremania tampak melakukan long march sambil membawa 135 keranda mayat sesuai dengan jumlah korban meninggal dunia.

”Keranda mayat ini sebagai simbol para korban yang menuntut keadilan bersama Aremania. Kami ingin agar semua pihak terlibat dalam tragedi untuk bertanggung jawab. Jangan hanya santunan saja,” kata Koordinator aksi Tim Gabungan Aremania

  1. Dihadiri oleh korban luka
    Aksi solidaritas ini nampaknya juga dihadiri oleh beberapa korban luka yang selamat dalam Tragedi Kanjuruhan. Salah satu korban luka tersebut merupakan Aremania asal Sidoarjo.

Menurut pantauan blok-a.com, korban luka itu terlihat mengenakan kursi roda karena belum sepenuhnya pulih. Walaupun mengalami keterbatasan dalam bergerak, korban luka itu terus menyuarakan keadilan untuk Aremania selama berlangsungnya aksi.

“Usut tuntas,” seru aremania sidorjo itu.

Disepanjang long march, terdapat beberapa rekan-rekannya yang membantu mendorong kursi roda miliknya.

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com