Data Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Alumni UB Angkatan 2020 Diduga Disebarkan Hacker

UB Histeria pelecehan seksual fakultas hukum UB korban pelaku DO
Universitas Brawijaya (blok-A.com/Syams Shobahizzaman)

Kota Malang, blok-A.com – Data alumni mahasiswa S1 Universitas Brawijaya (UB) tahun 2020 diduga
disebarkan oleh peretas atau hacker.

Hal itu tersebar di media sosial. Dari informasi yang diterima blok-A.com, dugaan tersebut mencuat di Whatsapp Grup dan juga sebuah video di Tiktok.

Untuk di Whatsapp Grup tersebar tulisan data alumni UB S1 tahun 2020 dijual hacker lengkap dengan foto tangkapan layar menunjukan data tersebut disebarkan. Terlihat di tangkapan layar tersebut data yang tersebar melibputi NIM, Nama, hingga Nomor HP para alumni.

Sementara di Tiktok juga demikian. Akun ucie_8 mengunggah video yang memperlihatkan data mahasiswa Fakultas Peternakan UB disebarkan. Dalam video tersebut, data tersebut diunggah pada Minggu (11/09/2022).

Video dari akun @ucie_8 yang tersebar di Tiktok (ist.)

Masih dalam video tersebut, akun itu menuliskan, pegawai UB agar memperkuat keamanan data mahasiswanya.

“Yang merasa atau pegawai UB, sistem keamanannya diperkuat lagi, kasihan itu datanya sangat lengkap. #UB #hacker #info #bjorka #fyp,” tulisnya.

Dalam video tersebut pun terlihat kolom seperti data agama hingga alamat.

Belum diketahui apa motif dan tujuan hacker untuk mencuri data tersebut.

Bahkan Kepala Sub Bagian Humas dan Kearsipan Universitas Brawijaya, Kotok Gurito tidak mengetahui hal tersebut. DIa hanya mengatakan akan membuktikan kebenaran atas informasi yang beredar itu.

“Inggih mas (akan kami selidiki dulu,” singkatnya kepada blok-A.com, Senin (12/09/2022).

Di sisi lain, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB yang tak ingin disebutkan namanya, merasa kecewa jika memang informasi tersebut benar. Menurutnya sebagai alumni UB 2022 hal tersebut sangat merugikan, terlebih data tersebut merupakan data penting baginya.

“Kalau memang ini benar terjadi saya kecewa sih, itu data penting dan bersifat privasi menurut saya,” paparnya saat ditemui blok-A.com.

Menurutnya pihak harus UB segera merespon hal tersebut, dengan mencari kebenarannya. Karena menurutnya hal tersebut bersifat fatal jika dibiarkan.

“Kita kan gak tau apa maksud dari hacker ? Entah untuk apa data kita nantinya, yang pasti ini sangat merugikan alumni,” lanjutnya.

Sangat disayangkan jika pihak UB tidak memberikan tindakan yang sepantasnya dilakukan sebagai lembaga pendidikan yang harus menjaga data data penting mahasiswanya.

Sebagai alumni angkatan 2020 ia sangat was was data pentingnya tersebar dan dipergunakan dengan tidak semestinya. Ia berharap pihak UB segera menyikapi permasalahan tersebut dengan tegas.

“Harapanku ya ayolah ini UB loh bukan universitas yang ecek ecek, jadi ya segera di usut tuntas permasalahan yang merugikan mahasiswa seperti ini,” pungkasnya. (mg2/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?