Kabupaten Malang, Blok-a.com – Dampak kemarau panjang hingga El Nino mulai dirasakan warga Kabupaten Malang yang menyebabkan harga beras di pasaran mulai merangkak naik.
Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi menuturkan, selain karena dampak El Nino kenaikan juga disebabkan adanya pembatasan ekspor beras ke negara-negara yang selama ini menjadi tujuan impor.
“Penyebabnya kenaikan beras di Kabupaten Malang karena el nino dan adanya pembatasan ekspor beras,” tutur Mahila saat dikonfirmasi, Selasa (26/9/2023).
Dari data Disperindag Kabupaten Malang sampai dengan 25 September 2023 lalu, harga beras jenis medium di pasaran mencapai Rp12 ribu perkilonya.
Harga tersebut mengalami kenaikan dari harga rata-rata beras di wilayah Jawa Timur (Jatim), yakni sebesar Rp11.500 perkilonya.
Selain beras, kenaikan juga terjadi pada komoditas gula dan cabai merah. Harga cabai merah yang awalnya Rp28 ribu perkilo naik menjadi Rp30 ribu perkilonya, sementara itu untuk gula pasir mencapai Rp15 ribu dari harga sebelumnya Rp14.500.
Untuk menyiasati kenaikan harga, Mahila mengaku, telah menyediakan beras dengan harga murah melalui kegiatan oprasi pasar yang dilaksanakan setiap kegiatan Subuh Keliling (Suling) di sejumlah wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, ia menyediakan sebanyak 8 ton beras medium Stabiltas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga lebih miring dibandingkan harga pasaran.
“Alhamdulillah (stok habis) setiap gelaran subuh keliling. Kami menyediakan harga Rp50.750 perlima kilogram,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata Mahila, gelaran Operasi Pasar akan terus dilakukan untuk menstabilkan harga beras di Kabupaten Malang.
Selanjutnya, Disperindag akan melaksanakan oprasi di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Pujon, Poncokusumo, Pakis, Kromengan, Dampit, Tajinan, Gondanglegi dan masih banyak lainnya.
“Kemarin kami lakukan di Kecamatan Karangploso pada Kamis 21 September kemarin. Selanjutnya nanti pada 27 September akan diakan di Kecamatan Pujon,” pungkasnya. (ptu)










Balas