Cerita Horor di TPU Nasrani Sukun Kota Malang, Ada Bocah-Bocah Tak Kasat Mata Hingga Ikuti Warga Hingga ke Rumah

Suasana TPU Nasrani Sukun Malang atau Makam Londo (blok-a/Agus)

 

Kota Malang, blok-a.com – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nasrani Sukun atau Makam Londo di Kecamatan Sukun Kota Malang menyimpan cerita horor di kalangan warga sekitarnya.

Cerita horor itu adalah misteri penampakan belasan bocah kecil saat menjelang sore bahkan malam hari di TPU Nasrani Sukun Kota Malang. Belasan bocah itu biasanya dilihat warga bermain di sekitaran TPU Nasrani Sukun atau Makam Londo Kota Malang.

Warga pun sudah bisa bercerita cerita horor ini di sekitaran warung kopi. Yang bercerita biasanya adalah penggali makam, dan warga sekitar. Penampakan bocah kecil itu sudah menjadi rahasia umum di TPU itu.

Kasiati (58) warga gang 4 RT 06 RW 06 Kelurahan Sukun Kota Malang , yang sudah 15 tahun jualan makanan dan wedang kopi di areal dalam makam Londo menceritakan kesaksiannya melihat bocah-bocah misterius. Dia mengaku kerap mendapati penampakan belasan bocah yang bermain di makam itu, baik malam maupun sore hari. Namun saat didekati, bocah-bocah itu tiba-tiba menghilang.

“Jumlahnya banyak, belasan lah. Mereka kadang terlihat bermain di makam malam hari, ada yang lari lari seperti anak anak pada umumnya , ya memakai pakaian namun bukan yang dibayangkan seperti bocah kecil tak memakai baju kayak tuyul gitu. Namun saat didekati menghilang,” ucapnya.

Menurutnya, penampakan belasan bocah itu seperti anak anak kisaran usia 5 tahun sampai 6 tahun. Ada yang laki-laki dan ada juga perempuan. Mereka berpakaian lengkap layaknya anak biasa.

Dia pun merinding saat menceritakan kesaksiannya itu. Sebab, awalnya dia keheranan kenapa ada belasan anak kecil bermain di makam pada malam hari. Akhirnya dia penasaran dan mencoba mendekati. Namun sosok belasan bocah kecil itu hilang dan itulah yang membuatnya merinding hingga sekarang.

“Awalnya saya kira anak-anak biasa, tapi kok malam malam main di makam. Tapi setelah mereka hilang saat saya dekati, ya akhirnya merinding,” ungkapnya.

Kasiati tak sekali mendapati penampakan belasan bocah itu. Dia mengaku juga pernah melihat sosok tinggi besar berpakaian orang Belanda. Tapi sosok yang sering dia temui adalah sosok belasan bocah itu.

Karena kerap menemui penampakan belasan bocah kecil itu, akhirnya Kasiati mencapai puncak ketakutannya saat ada suara anak kecil memanggilnya. Anak kecil itu memangil seperti hendak membeli dagangannya. Akhirnya dia menjawab panggilan anak itu.

“Saya itu mendengar ada suara manggil ‘bu’ akhirnya saya jawab ‘iya’ karena saya kira itu mau beli,” ceritanya.

Namun kagetnya, Kasiati saat berdiri kaget. Karena di sekitar warung tidak ada seorang pun. Hanya makam-makam yang diam dan dinginnya malam.

Karena takut, dia langsung menutup warung dan pulang dari warung yang berada di sekitar makam itu.

Dia pun menduga bocah yang memanggil namanya itu mengikuti hingga ke rumah. Sebab, saat pulang ke rumahnya, cucu Kasiati menangis terus. Cucunya waktu itu mengatakan ada seorang bocah yang mengajaknya main terus. Padahal anggota keluarganya tidak melihat anak kecil selin cucu Kasiati itu.

“Ternyata saat di rumah, cucu saya nangis terus. Lalu sempat bilang anak ini mesti ngajak main terus, tapi keluarga gak ada yang lihat,” paparnya.

Dia menyebut, bocah tak kasat mata itu mengikuti kasiati sampai ke rumahnya hingga seminggu. Diduganya bocah tak kasat mata itu mengikutinya karena saat pulang dari warungnya Kasiati membawa bunga plastik dari makam.

“Itu ikut ke rumah sampai seminggu. Kata orang orang, itu karena saya membawa bunga plastik dari makam yang ternyata itu sudah diminta (dimiliki) sosok bocah itu,” lanjutnya.

Cerita soal penampakan bocah di makam itu juga dialami seorang pedagang jamu bernama Suliat (56) yang tak lain tetangga Kasiati.

Diungkapkan Kasiati , bahwa seorang pedagang jamu yang tak lain tetangganya sendiri , itu pernah berjualan sampai ke dalam makam tanpa permisi.

“Pedagang jamu itu terjatuh dari sepedanya seperti terbanting. Kabarnya, pedagang jamu itu tak sengaja melindas kaki sosok bocah yang duduk di bawah. Akhirnya pedagang jamu itu sakit sampai 2 minggu,” bebernya.

Sementara itu, salah satu petugas gali kubur TPU Kuburan Londo, Karnadi mengonfirmasi misteri belasan bocah yang kerap menampakkan diri bermain di makam itu. Meski dirinya tak pernah melihat secara langsung, namun beberapa rekannya mengaku kerap melihatnya.

“Kata teman teman sih jumlah penampakan bocah-bocah itu sekitar sepuluh anak. Yang sering muncul ya saat malam hari, tapi kalau saya sendiri belum pernah melihat langsung,” ucapnya.

Menurutnya, di makam tersebut memang terdapat sejumlah makam anak-anak yang lokasinya berdekatan. Namun mereka dipastikan bukan keluarga.

“Memang ada banyak makam anak yang lokasinya dekat dekat. Mereka bukan keluarga. Tapi saya gak tau sosok bocah bocah itu dari makam itu atau bukan,” ungkapnya.

Sebagai penggali kubur, Karnadi berpesan agar masyarakat mengucap salam saat masuk kawasan pemakaman. Sebab menurutnya, kebanyakan orang yang mengalami pengalaman mistis di makam itu tidak mengucap salam saat masuk makam.

“Saya selalu salam saat masuk kawasan makam. Jadi gak pernah diganggu atau ditampakkan. Kalau kebanyakan sih yang lihat penampakan karena gak permisi,” tandasnya. (mg1/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.