Candi Abang, Situs Misterius Bak Bukit Teletubbies di Jogja

Situs Candi Abang Yogyakarta
Situs Candi Abang Yogyakarta - Foto: Elfran Vido

YOGYAKARTA – Menikmati wisata heritage atau budaya memang tak ada habisnya di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Pilihan candi tersebar luas disana.

Mendengar kata candi, mungkin yang terbersit ya Candi Prambanan atau Borobudur. Namun, ada satu candi tersebunyi di daerah Kabupaten Sleman, DIY yang patut untuk dikunjungi karena keindahannya. Candi Abang namanya.

Salah satu candi Hindu yang masuk wilayah Blambangan, Kelurahan Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman itu unik. Pasalnya, tak ada bangunan candi utuh disana. Hanya semacam gundukan bak bukit di serial anak-anak, Teletubbies.

Sementara itu, candi yang dibangun sekitar abad ke-9 sampai ke-10 Masehi tepatnya pada zaman Kerajaan Mataram Kuno itu punyai aksen batu bata berwarna merah sebagai ciri khasnya. “Makanya batanya merah itu jadi disebut candi abang. Abang artinya merah,” ujar Malikah, warga sekitar daerah Candi Abang.

Candi Abang ini nampaknya lebih baik dikunjungi kala musim hujan. Pasalnya, candi yang kini dikelola Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Kebudayaan Yogyakarta itu akan menghijau kala diguyur hujan. Sebaliknya, kala musim kemarau akan lebih gersang. Namun, tentu punya ciri khas sendiri di masing-masing musim.

Img 20200913 Wa0032
Jalan menuju Candi Abang Yogyakarta

Untuk kesana bisa melalui Jalan Raya Solo – Yogyakarta lanjut belok ke daerah Blambangan. Dari pusat Kota Yogyakarta, jarak tempuh sejauh 16 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 35 menit.

Sampai di lokasi, cukup membayar parkir Rp 2000 saja ke warga sekitar. “Parkirnya hanya Rp 2000, sudah tidak bayar-bayar lagi, hanya parkir saja,” tambah Malikah.

Dari lokasi parkir, hanya perlu berjalan sekitar 500 meteran melalui jalan berbatu. Begitu sampai, gundukan bukit berbentuk piramida menyambut.

Di tengahnya, ada bangunan menyerupai sumur dengan bebatuan berwarna merah yang disebut bagian dari candi. Sumur itu dinamai Sumur Bandung.

Di lokasi, ditemukan sebuah yoni yang menjadi penanda jika candi itu merupakan peninggalan agama Hindu. Yoni di candi tersebut berbentuk persegi delapan dengan setiap sisinya berukuran 15 cm.

Selain itu, di sisi selatan candi ada bata yang menyerupai kodok, dimana masyarakat sekitar menyebut itu dengan nama batu kodok.

Situs Candi Abang Yogyakarta
Situs Candi Abang Yogyakarta

Dari atas bukit sana, pemandangan Kabupaten Sleman indah terlihat. Selain bisa berfoto di candi, bisa juga mengambil swafoto berlatar city view Sleman.

Candi abang ini sepi kala weekday. Kala Blok-A kesana Jumat (11/9), tak ada wisatawan lain disana. “Sepi memang kalau nggak hari sabtu atau minggu,” tandas wanita 30 tahunan itu.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.