Butuh Sekitar Rp 150 Miliar, Pemkab Malang Masih Upayakan Revitalisasi Pasar Lawang

Caption : Situasi terkini Pasar Lawang Kabupaten Malang sebelum dilakukan revitalisasi, pada Rabu (29/03/2023) (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)
Caption : Situasi terkini Pasar Lawang Kabupaten Malang sebelum dilakukan revitalisasi, pada Rabu (29/03/2023) (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Meskipun diprediksi alami kenaikan anggaran yang dirasa cukup tinggi dari tahun 2019 silam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus upayakan revitalisasi Pasar Lawang agar menjadi pembangunan prioritas 5 tahun kedepan.

Kenaikan anggaran revitalisasi Pasar Lawang diprediksi mengalami kenaikan mencapai Rp 150 miliar, dari prediksi awal sebesar Rp 122 miliar di tahun 2019 lalu.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi mengatakan, meskipun diprediksi terdapat kenaikan anggaran yang cukup besar namun dirinya optimis revitalisasi Pasar Lawang segera dicapai Pemkab Malang.

“Yang jelas kami mengupayakan dalam lima tahun kedepan kita bisa bangun, kan hanya satu masalahnya karena anggaran. Kita optimis bisa,” terang Mahila saat ditemui Blok-a.com di Pasar Songosari, Rabu (29/03/2023).

Dikatakan Mahila, revitalisasi itu hingga kini belum juga dianggarkan oleh Pemkab Malang, hal tersebut dikarenakan tingginya anggaran yang diperlukan untuk revitalisasi pasar yang terbakar pada 2019 silam.

“Sampai dengan lima tahun kedepan tidak ada anggaran untuk pembangunan Pasar Lawang, saya sudah ngecek di PUPR dan Perdagangan tidak ada anggaran untuk revitalisasi,” bebernya.

Namun, kata Mahila, revitalisasi tetap bisa lakukan jika ada direktif dari Presiden RI. Dengan demikian, Pemkab Malang masih terus berupaya melakukan audiensi agar Pasar Lawang menjadi salah satu pembangunan skala prioritas dalam 5 tahun kedepan.

“Karena kalau menggunakan APBD tidak akan cukup, Bapak Bupati sedang mengupayakan audiensi kepada Bapak Presiden, agar Pasar Lawang bisa menjadi prioritas pada pembangunan lima tahun kedepan,” bebernya.

Disinggung terkait nasib di kios-kios galvalum yang dibangunkan Pemkab untuk pedagang yang lapaknya terbakar, Mahila menyebut kedepannya akan terus dilakukan evaluasi.

Sebab, bangunan galvalum itu sendiri memiliki masa umur, alias bangunan tersebut tidak dapat dihuni seterusnya.

“Tapi kalau dalam kondisi seperti ini mereka kembali ke dalam pasar itu tidak mungkin, karena dari hasil visum itu menyebutkan bangunan tidak dimungkinkan untuk di tempati lagi. Jika seandainya mau di bangun lagi, itu pun tidak bisa secara parsial,” imbuhnya.

Dikatakan sebelumnya, terdapat 10 pasar di Kabupaten Malang yang dinilai perlu adanya revitalisasi. Meskipun revitalisasi tersebut terbilang kecil, namun hal tersebut belum dapat dilakukan dikarenakan terkendala anggaran.

“Tahun 2022 ada 12 pasar, kalau revitalisasi ini biasanya dibutuhkan beberapa pekerjaan kecil. Seperti talang, beberapa bagian atap dan lain sebagainya. Mungkin tahun 2023 ini kita butuh 10 pasar, itu bila ada (anggarannya),” ucap Mahila pada Blok-a.com belum lama ini.

(ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?