Biawak Koleksi Museum Satwa Ini Punya Banyak Sebutan Lho, Apa Saja?

Awetan Biawak
Awetan Biawak di Museum Satwa. Foto: JTP

KOTA BATU – Museum Satwa di Jatim Park (JTP) 2 memiliki beragam jenis satwa awetan unik dari seluruh dunia. Salah satu jenis kadal yang terpajang di sana adalah biawak.

Biawak adalah hewan sebangsa kadal yang memiliki ukuran sedang hingga besar. Populasinya tersebar di daerah beriklim panas dan tropis seperti Afrika, Asia, dan Australia.

Nama umumnya dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia adalah “Biawak”. Nama-nama umum lain di antaranya “bayawak” (Sunda); “bajul”, “menyawak” atau “nyambik”, “berekai” (Madura); dan “hora” atau “mbu”.

Jenis biawak terbesar dan terkenal di dunia ialah komodo (Varanus komodoensis) yang panjangnya dapat melebihi 3 meter. Biawak ini memburu hewan-hewan berukuran menengah dan besar seperti rusa, babi hutan dan anak kerbau.

Selain itu, hampir semua jenis biawak sangat pandai memanjat dan berenang. Di musim kawin, biawak jantan biasanya berkelahi lebih dulu untuk memperlihatkan kekuasaannya atau untuk memperebutkan biawak betina.

Pertarungan biawak dilakukan sambil ‘berdiri’ lho! Kedua biawak itu lalu saling memukul atau saling tolak sambil berdiri pada kaki belakangnya, sehingga tampak seperti menari bersama.

Meskipun tidak lazim dipelihara, namun ternyata memelihara biawak banyak digemari oleh para pecinta reptil. Sayangnya, masih banyak penghobi yang tidak tahu jenis-jenis biawak mana saja yang boleh dipelihara maupun yang tidak boleh dipelihara.

Karena banyak diburu, banyak jenis-jenis biawak yang kemudian terdaftar dengan status dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. P106 Tahun 2018 tentang Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Selain biawak, Museum Satwa juga menyimpan ratusan awetan satwa lainnya yang juga termasuk predator di alam bebas, seperti ular piton, harimau, macan, elang, dan masih banyak lagi.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com