Biang Kerok Banjir Lamongan, Pintu Air Kuro Bengawan Solo Bakal Direkonstruksi

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau Pintu Air Kuro yang jadi penyebab banjir Lamongan, Jumat (25/2/2023). (Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau Pintu Air Kuro yang jadi penyebab banjir Lamongan, Jumat (25/2/2023). (Pemprov Jatim)

Lamongan, blok-a.com Data terkini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, banjir Jumat (24/2/2023), telah merendam 59 desa di Lamongan.

Desa itu tersebar di 8 kecamatan yakni Kecamatan Turi, Kalitengah, Karangbinangun, Deket, Glaga, Karanggeneng, Babat, dan Laren.

Tercatat ketinggian air bervariasi mulai dari 16 hingga 75 sentimeter. Ketinggian air tertinggi berada di Desa Tiwet Kecamatan Kalitengah.

Akibat banjir ini, sebanyak 6.627 rumah warga terendam. Selain itu terdapat pula 55 gedung sekolah, 22 tempat ibadah, dan juga 8.424 lahan tambak, serta 7 fasilitas kesehatan terimbas.

Warga terdampak, kian resah. Keresahan mereka menyangkut sawah dan tambak. Banjir yang lama surut ini telah bertahun-tahun membuat panen gagal dan kerugian begitu besar.

Warga berharap agar pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret untuk menyurutkan air luapan banjir.

Sutardjo (65) warga sekitar aliran Bengawan Solo, meminta normalisasi sungai aliran Bengawan Jero dan Bengawan Solo agar banjir cepat surut.

“Saya berharap Gubernur , Bupati dan Pusat segera mempercepat tindakan untuk normalisasi sungai, pengerukan agar air cepat surut. Tahun lalu air surut baru 6 bulan, tapi tahun ini air paling dalam. Kerugiannya warga besar sekali,” katanya.

Sawah dan kebun serta rumah warga terendam. Air banjir dari luapan sungai Begawan Solo ini, sulit surut. Sedangkan pintu air Kuto masih memakai konstruksi bangunan Belanda.

Keluhan masyarakat itu disampaikan saat Khofifah Indar Parawansa, menemui mereka, korban banjir.

Di lokasi, Khofifah, langsung gerak cepat ambil keputusan agar air Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, tidak kembali meluap.

Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Lamongan KH Abdul Rouf, Khofifah mengecek langsung kondisi warga di Dusun Pujut, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket dan pintu air Kuro.

Melihat fakta itu, Khofifah memutuskan merekonstruksi Pintu Air Kuro yang kondisinya sudah mulai rapuh dan bocor, karena dibangun sejak zaman Belanda.

Pintu Air Kuro merupakan salah satu titik simpul penyebab banjir akibat luapan Bengawan Solo di Kabupaten Lamongan.

Di lokasi Khofifah meminta difungsikannya pompa air guna menyeimbangkan sirkulasi air.

Seolah tak sabar, Khofifah, menanyakan sejauh mana efektivitas pengurangan air banjir, jika pintu Kuro ditangani, butuh berapa anggarannya dan berapa lama pengerjaannya.

Di situ, terkait anggaran Gubernur Khofifah mengambil kebijakan agar pengerjaan Pintu Air Kuro dikebut memakai biaya tak terduga (BTT), sharing antara Pemkab Lamongan dan Pemprov Jatim Rp65 miliar.

Sepertiga anggaran berasal dari Pemkab Lamongan, sedangkan sisanya dari Pemprov Jatim.

Dia pun meminta pengerjaannya diselesaikan secepat mungkin. Sebab, banjir di Kabupaten Lamongan ini bisa menggenang berbulan-bulan lamanya.

“Sungai Bengawan Jero merupakan wewenang BBWS Bengawan Solo, yakni pemerintah pusat. Sudah 3 tahun kita mengajukan ke Kementerian PUPR supaya dapat prioritas penanganan,” imbuhnya.

Untuk ini Khofifah, akan segera meminta izin kepada Kementerian PUPR agar rekonstruksi Pintu Air Kuro bisa dikerjakan oleh Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan.

Ke depannya titik-titik simpul lainnya seperti DAM Tambak Ombo, diurai hingga banjir di Kabupaten Lamongan tuntas terselesaikan.

Banjir Bengawan Solo ini merendam perkampungan di Kecamatan Deket dan Glagah bahkan berbulan-bulan.

Sedangkan untuk rekonstruksi Pintu Air Kuro Pemprov dan Pemkab Lamongan akan menangani tentu dengan seizin Pusat.

Senada dengan itu Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa ada dua kunci untuk menangani banjir di Kabupaten Lamongan ini yakni Pintu Air Kuro dan DAM Tambak Ombo.

“Sekarang kita akan fokus di Pintu Air Kuro. Sebab kondisinya lama dan rapuh. Sehingga sesegera mungkin harus ditangani,” ujarnya.

Saat ini sebanyak 4 pompa air telah dikerahkan untuk mengurangi ketinggian banjir. Selain itu 42 pos kesehatan juga telah didirikan di setiap kecamatan.

Untuk sembako, ada droping dari Pemprov sebanyak 600 paket, sandang 60 paket, kebersihan sebanyak 10 paket, glangsing 2000 lembar, terpal 15 lembar, popok bayi 8 karton, jumbo bag 30 pcs, dan tikar 25 pcs.(kim/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com