KOTA BATU – Masa panen raya padi yang akan berlangsung dari bulan Maret-April 2021 tentu akan berdampak terhadap stok beras di Jawa Timur. Apalagi stok beras untuk wilayah di Jatim akan dirasa aman ketika panen raya berlangsung. Sehingga tidak akan menampung beras impor yang kini tengah direncanakan Pemerintah pusat.
Tentunya Kota Batu juga akan melakukan hal sama dengan tidak akan menampung beras impor sebagaimana yang telah diwacanakan pemerintah pusat. Hal ini dikatakan Kasi Bina Produksi Pertanian Dispertan Kota Batu, Yusuf Effendi.
“Jawa Timur tidak mengambil impor karena surplus. Seperti yang udah disampaikan Ibu Gubernur, jadi Kota Batu juga tidak akan ambil,” katanya, Kamis (25/3).
Dari data Susenas BPS 2020, kebutuhan beras di Kota Batu rata-rata mencapai 52,57 ton per hari. Sedangkan untuk hasil panen padi di Kota Batu masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Batu. Sehingga pihaknya harus memasok dari luar daerah seperti Kabupaten Malang dan Kediri.
“Memang untuk memenuhi kebutuhan dalam kota saja masih belum cukup. Apalagi kalau tidak saat musim panen raya sehingga harus mengambil dari Kabupaten Kediri dan Malang,” ujarnya.
Ia menguraikan secara keseluruhan areal persawahan padi di Kota Batu seluas 600 hektar. 441 hektar telah melakukan panen sebanyak dua kali pada Oktober 2020 hingga Maret 2021.
Yusuf menerangkan, dalam 1 hektar lahan sawah, bisa memproduksi gabah hingga 8 ton. Di Desa Pendem yang menjadi pusat pertanian padi di Kota Batu terlihat indeks pertanamannya hingga 2.5, artinya dalam setahun bisa tanam dua hingga tiga kali.
Selain Desa Pendem, sejumlah desa juga menanam padi seperti Desa Giripurno dan Tulungrejo. Namun di dua desa tersebut, petani hanya menanam padi saat musim penghujan. Ketika musim kemarau, petani di Giripurno dan Tulungrejo menanam sayuran.
“Jadi memang 80 pertanian di Kota Batu ini adalah hortikultura, sedangkan 20 persen lainnya padi. Pusatnya ya di Desa Pendem itu,” kata Yusuf.
Sementara Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Effendy mengatakan, terdapat 200 lebih hektar sawah padi di Desa Pendem. Setiap panen satu hektar sawah dapat menghasilkan 10 ton beras.
“Nah, itu tinggal dikalikan saja kita setiap panen bisa menghasilkan berapa ton beras. 200 hektar itu terbagi di empat dusun, 35 hektar ada di Desa Pendem,” jelasnya.
Dengan begitu, Desa Pendem memiliki stok beras sebanyak 20 ribu ton beras. Effendy mengatakan stok itu cukup untuk ketahanan pangan di Desa Pendem, tapi jika untuk menghidupi seluruh Kota Batu masih kurang.










Balas