Benarkah Kondisi Mental Berpengaruh pada Kesehatan Fisik?

Benarkah Kondisi Mental Berpengaruh pada Kesehatan Fisik?

Kesehatan fisik dan mental saling terkait. Kesejahteraan psikologis kita seringkali bergantung pada keadaan fisik kita. Sebagai contoh, aktivitas fisik seperti berlari, berjalan, atau berenang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. 

Sebaliknya, kondisi mental seseorang juga dapat memengaruhi kesehatan fisiknya. Misalnya, penyakit-penyakit fisik semacam sakit kepala, mual, atau kelelahan dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan.

Kesehatan fisik dan mental dapat ditingkatkan melalui kombinasi kebiasaan gaya hidup sehat. Makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan berolahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental. 

Pengaruh Kesehatan Mental pada Kesehatan Fisik

Kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan fisik. Mereka yang menderita depresi dan kecemasan sering mengalami gejala fisik seperti nyeri kronis, masalah pencernaan, kelelahan, sakit kepala, dan gangguan jantung. 

Selain itu, mereka yang memiliki diagnosis penyakit mental lebih cenderung terlibat dalam perilaku dapat meningkatkan risiko kesehatan fisik. Sebut saja merokok, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, pola tidur dan makan yang buruk, serta kurang olahraga

Perilaku tersebut dapat menyebabkan berbagai kondisi kesehatan fisik seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Penting bagi mereka yang menderita kondisi kesehatan mental untuk mencari pengobatan dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan fisik mereka.

Risiko Paling Sederhana, Nyeri Otot

Ilustrasi: nyeri otot (sumber: orthoedge.com)

Kecemasan merupakan kondisi kesehatan mental umum yang dapat meningkatkan risiko ketegangan leher, nyeri otot, dan saraf terjepit. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami kecemasan lebih mungkin mengalami nyeri leher akibat ketegangan otot dan stres yang menyertai kondisi tersebut. 

Kecemasan

Dikutip dari laman https://www.uptodate.com/, kecemasan kronis dapat menyebabkan peningkatan ketegangan otot di leher dan bahu, bahkan dengan frekuensi yang lebih sering. 

Ketegangan pada otot leher atau bahu ini bisa memicu nyeri Cervical Mycofascial. Ini adalah kelainan yang menyebabkan area otot kencang dan lunak yang sensitif terhadap tekanan. Nyeri myofascial di leher dapat berkembang akibat trauma. Atau dapat terjadi karena kondisi lain, seperti stres psikologis, kecemasan, depresi, dan insomnia.

Stress

Stres memiliki efek yang kuat pada seluruh tubuh. Saat mengalami stres, hormon kortisol dan epinefrin dalam otak dilepaskan. Padahal, hormon-hormon inilah yang membantu meningkatkan detak jantung, tekanan darah, serta mengencangkan otot.

Ketika seseorang mengalami stres secara teratur, ototnya tetap tegang dan berkontraksi ebih lama. Ini dapat menyebabkan ketegangan pada leher dan bahu.

Menurut a Studi 2017 rilisan The Journal of Headache and Pain, melibatkan 148 orang dengan migrain, hampir 67% peserta juga mengalami sakit kepala tipe tegang dan nyeri leher.

Orang-orang ini melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi, melakukan aktivitas fisik yang lebih sedikit, dan menilai kesehatan mereka buruk dibandingkan dengan peserta yang menderita migrain tanpa sakit kepala tegang dan nyeri leher.

Depresi

Gejala fisik umum terjadi pada depresi. Pada kenyataannya, rasa sakit dan nyeri yang tidak jelas sering kali muncul pada gejala depresi. Gejala ini meliputi nyeri sendi kronis, nyeri tungkai, nyeri punggung, masalah pencernaan, kelelahan, gangguan tidur, perubahan aktivitas psikomotorik, dan perubahan nafsu makan. 

Hal itu seperti dilaporkan dalam Journal of Clinical Psychiatry rilisan 2004. Pasien yang berobat di pusat kesehatan umumnya hanya mengeluhkan gejala fisik, sehingga kecenderungan depresi sulit diidentifikasi.

Sementara, rasa sakit fisik dan depresi memiliki hubungan biologis yang tidak sederhana. Neurotransmiter yang memengaruhi rasa sakit dan suasana hati adalah serotonin dan norepinefrin. Jadi, apabila hormon tersebut tidak seimbang atau mengalami kegagalan fungsi, itu dapat berarti bahwa pasien tengah menghadapi depresi dan rasa nyeri dalam satu waktu.

Tips Menjaga Kesehatan Mental

Menjaga kesehatan mental yang baik sangat penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda menjaga kesehatan mental:

  1. Temukan waktu untuk diri sendiri. Luangkan beberapa menit setiap hari untuk melakukan sesuatu yang Anda sukai. Bisa dengan membaca buku, berjalan-jalan, atau bermeditasi.
  2. Berbicara dengan seseorang. Bersosialisasi dengan teman, keluarga, atau bahkan terapis. Berbicara melalui perasaan Anda dapat membantu Anda memahaminya dengan lebih baik.
  3. Latih kesadaran. Fokus pada saat ini dengan menarik napas dalam-dalam dan memperhatikan tubuh dan pikiran Anda.
  4. Jaga kesehatan fisik Anda. Berolahraga, tidur cukup, dan makan sehat.
  5. Lakukan hal-hal yang membuat Anda merasa baik. Lakukan sesuatu yang membuat Anda senang dan bahagia, seperti berolahraga, menjadi kreatif, atau menjadi sukarelawan.
  6. Meminta bantuan. Jangan takut untuk mencari dukungan atau bantuan profesional jika Anda membutuhkannya.
Benarkah Kondisi Mental Berpengaruh pada Kesehatan Fisik?
Dr Qyu Cervical Traction Device

Tips Mengatasi Nyeri dan Otot Tegang

Ada cara paling efektif untuk mengatasi ketegangan dan nyeri pada otot, baik bahu maupun leher. Bahkan dapat mengurangi risiko kesemutan hingga saraf terjepit. Itu adalah dengan memanfaatkan Dr. Qyu Cervical Traction Device yang merupakan alat terapi medis multifungsi. 

Peranti kesehatan satu ini memiliki Teknologi All-in-one, yakni untuk membantu mengatasi keluhan nyeri leher atau saraf kejepit. Menjanjikan perawatan lengkap, dengan fitur-fitur berteknologi baru.

1. Adjustable Infared Heating

Heating merupakan salah satu metode penting dalam mengatasi nyeri leher karena: 

  • Merelaksasi otot yang tegang
  • Melancarkan aliran darah dan aliran system limfatik
  • Memiliki efek sedasi/analgesia pada saraf sensorik sehingga dapat mengurangi rasa nyeri di leher

Pilihan panasnya bisa diatur sesuai kenyamanan (Low Medium High). Mulai dari suhu 40-50 derajat celcius. Pun sudah menggunakan sistem chip microcomputer yang dapat mengatur suhu aman tanpa perlu khawatir kepanasan dan melukai kulit.

Design yang unik dan ergonomis, dapat menyesuaikan lengkung tulang leher sehingga distribusi panas merata.

2. True Dinamic Neck Traction

Dr Qyu mengkombinasikan patented intelligent dual rise, release traction, dan air pressure traction system yang berfungsi untuk:

  • Mengurangi/menghilangkan tekanan pada bantalan tulang pada bagian leher yang menjepit saraf. Memperbaiki lengkung tulang leher menjadi normal kembali.
  • Memperbaiki lengkung tulang Leher jadi normal
  • Mengoreksi postur leher yang salah.
  • Relaksasi otot leher.
  • Meningkatkan kelenturan / fleksibilitas tulang leher.
  • Aliran darah yang baik dan tekanan rendah pada tulang belakang, maka dapat meningkatkan cairan pengisi bantalan tulang belakang lebih baik lagi, sehingga mencegah saraf terjepit.

3. Auto Modulating Technology

Dr Qyu memiliki fitur mode ritme otomatis untuk melakukan traksi dan mengoreksi lengkung tulang leher hingga sekitar 10cm secara maksimal lewat kombinasi peregangan, sinyal elektrik, pemanasan, dan akupuntur secara terprogram.

4. NMES NeuroMuscular Electrical Stimulation

Teknologi NMES menjadikan alat ini dapat memberikan stimulasi elektrik pada otot leher, sehingga otot terjadi kontraksi. NMES berfungsi sebagai berikut: 

  • Memperkuat massa otot dan meningkatkan kekuatan otot, sehingga dapat menopang beban kepala, dan mengurangi tekanan pada sendi dan bantalan di tulang belakang bagian leher yang menjepit saraf.
  • Mencegah otot kaku atau kram.
  • Meningkatkan kelenturan atau fleksibilitas otot leher.
  • Mencegah nyeri leher berulang.

Selain itu, Dr Qyu Cervical Traction Device juga dilengkapi dengan NMES Pads sehingga dapat digunakan untuk terapi pada bagian tubuh lainnya, seperti pinggang, betis, telapak kaki, punggung, lengan, hingga perut.Untuk memperoleh info lebih lengkap mengenai Dr. Qyu Cervical Traction Device, kunjungi website Dr.Qyu Cervical di situs resminya. Sedangkan untuk mendapatkan produk ini, buka aplikasi Shopee atau Tokopedia langsung dari smartphone Anda. Alat ini bisa dipakai oleh seluruh anggota keluarga tanpa kecuali, agar kondisi kesehatan fisik dan mental semuanya tetap terjaga.

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?