Begini Kondisi Makam Korban Meninggal Kanjuruhan di Wajak Sebelum Diautopsi Besok

Begini Kondisi Makam Korban Meninggal Kanjuruhan di Wajak Sebelum Diautopsi Besok
Begini Kondisi Makam Korban Meninggal Kanjuruhan di Wajak Sebelum Diautopsi Besok (dok. blok-A)

Kota Malang, blok-a.com – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sukolilo Kecamatan Wajak Kabupaten Malang disiapkan untuk kegiatan autopsi korban tragedi Kanjuruhan, Jumat (4/11/2022).

Autopsi korban tragedi Kanjuruhan akan dilaksanakan pada Sabtu (5/11) besok, namun beberapa persiapan sudah dilakukan hari ini. Dari pantauan di lapangan terlihat tenda berukuran 12 x 8, beberapa meja hingga garis polisi di area pemakaman pun sudah terpasang.

Autopsi akan dilakukan pada jenazah kakak beradik atas nama Natasya Devi Ramadani (16) dan Naila Debi Anggraini (13). Keduanya tewas akibat tragedi kelam Kanjuruhan pada 1 Oktober silam.

Sang ayah, Devi Athok Yulfitri mengajukan autopsi dengan alasan tidak puas atas keterangan polisi terkait penyebab kematian korban tragedi Kanjuruhan.

Sejumlah anggota kepolisian dan jajaran TNI setempat terlihat melakukan pengecekan persiapan tempat pemakaman tersebut untuk memastikan kesiapan fasilitas di area pemakaman.

Saat dikonfirmasi, Sekertaris Desa Sukolilo, Azhar Maulidi memaparkan persiapan yang telah dilakukan di TPU Desa Sukolilo, ia mengatakan pihak kelurahan telah persiapan tenda hingga keamanan untuk pelaksanaan autopsi esok hari.

“Dari Desa, kami menyiapkan personel Linmas sebanyak 6 orang untuk berjaga membantu personel polisi di area pemakaman,” ungkap Azhar.

Sementara untuk jalan kampung, Azhar menuruturkan akan tetap dibuka secara normal. Hanya perlu dijaga untuk menertibkan arus kendaraan.

“Arus lalu lintas kendaraan tetap seperti biasa. Mungkin hanya ditertibkan saja,” pungkasnya.

Terpisah, pembantu juru kunci makam Desa Sukolilo, Kusno memberikan keterangan kedua korban kakak beradik tragedi Kanjuruhan tersebut di makamkan di TPU Sukolilo karena berasal dari Desa Sukolilo.

“Mereka dimakamkan di sini, karena ibunya berasal dari Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak ini,” ujarnya.

Menurut keterangan Kusno, ibu dari kedua korban tersebut, Gebiasta yang juga menjadi korban dalam tragedi Kanjuruhan itu. Jadi ketiganya dimakamkam di TPU yang sama.

“Jadi ketiga jenazah berjejer di satu lokasi area pemakaman,” jelasnya.

Kusno yang setiap harinya menjadi sukarelawan pembersih TPU Sukolilo, menuturkan ketiga makam itu kerap didatangi peziara.

“Masih ada yang berziarah dan mendoakan di makam para korban itu. Tapi saya tidak tahu siapa yang datang itu,” pungkasnya.

(ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com