Jombang, Blok-a.com – Musim penghujan menjadi momentum penting bagi petani padi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ketersediaan air yang melimpah mendukung masa tanam, mengingat padi membutuhkan asupan air lebih besar dibandingkan komoditas lain seperti jagung dan kedelai. Namun di balik berkah tersebut, musim hujan juga menghadirkan persoalan serius saat masa panen tiba.
Padi yang dipanen dalam kondisi curah hujan tinggi umumnya memiliki kadar air lebih tinggi. Minimnya paparan sinar matahari membuat proses pengeringan alami tidak optimal. Akibatnya, kualitas gabah menurun dan harga jual di pasaran kerap anjlok. Kondisi ini semakin diperberat dengan fenomena La Nina yang menyebabkan musim hujan berlangsung lebih panjang.
Berangkat dari persoalan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia melalui program BRI Peduli menyalurkan bantuan mesin pengering padi dan jagung (bed dryer) kepada para petani di sejumlah desa di Kabupaten Jombang. Program ini juga melibatkan sinergi bersama unsur TNI dan Polri sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Kepala Kantor Cabang BRI Jombang, Boedi Winaryo, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendukung sektor pertanian.
“Ketahanan pangan nasional ada di pundak para petani kita di desa. Kami ingin memastikan jerih payah mereka tidak terbuang sia-sia hanya karena kendala cuaca. Bantuan mesin pengering ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BRI bagi masyarakat,” ujar Boedi, Senin (2/3/2026).
Salah satu desa penerima bantuan adalah Desa Gempollegundi, Kecamatan Gudo. Kepala Desa Gempollegundi, Sagiyan Taruna Alip, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, mesin pengering tidak sekadar menjadi alat teknis, tetapi juga berperan sebagai pengungkit kesejahteraan petani.
Ia menjelaskan, selama ini petani sangat bergantung pada panas matahari untuk mengeringkan gabah. Ketika hujan turun terus-menerus, proses pengeringan terhambat dan berisiko menyebabkan penyusutan hasil panen maupun penurunan kualitas.
“Dengan adanya bed dryer ini, petani dapat memangkas risiko kehilangan atau penyusutan hasil panen. Proses produksi menjadi jauh lebih efisien, kualitas komoditas terjaga, dan otomatis nilai jualnya di pasaran akan meningkat,” tegas Sagiyan.
Selain Desa Gempollegundi, bantuan mesin pengering juga disalurkan ke beberapa desa lain di Kabupaten Jombang. Antara lain Desa Banyuarang (Kecamatan Ngoro), Desa Pengampon (Kecamatan Kabuh), Desa Mayangan (Kecamatan Jogoroto), dan Desa Keras (Kecamatan Diwek).
Melalui penyaluran bantuan ini, BRI berharap mesin pengering tidak hanya menjadi solusi teknis menghadapi tantangan musim hujan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Sinergi antara BUMN dan institusi TNI-Polri tersebut menjadi contoh kolaborasi konkret dalam menjawab tantangan sektor pertanian. Di tengah perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca, dukungan teknologi dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa. (sya/ova)










Balas