Balap Liar di Stadion Kanjuruhan Tanpa Prokes, Ratusan Remaja ‘Diapelin’ Polisi

Ratusan remaja mengambil sepeda motor bersama orang tuanya di Stadion Kanjuruhan
Ratusan remaja mengambil sepeda motor bersama orang tuanya di Stadion Kanjuruhan - Foto: Bob Bimantar A

KABUPATEN MALANG – Sebanyak 574 kendaraan roda dua dan juga 892 muda-mudi diamankan Polres Malang, Minggu (10/1) dini hari pukul 03.00. Operasi yang dilakukan jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini dilakukan di area Stadion Kanjuruhan.

Ratusan sepeda motor tersebut diamankan karena terjaring aksi balap liar. Selain itu, pemiliknya tidak menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas di luar rumah di tengah pandemi Covid-19.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan penjaringan ratusan sepeda motor dalam aksi balap liar itu dilakukan berdasarkan keluhan warga sekitar.

“Setiap malam terutama saat akhir pekan warga sekitar resah dan terganggu. Karena melaksanakan balap liar dan juga tidak menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu kami lakukan operasi ini dan berhasil mengamankan 574 sepeda motor dan 892 remaja yang ikut atau menonton balap liar,” kata ia saat konferensi pers rilis hasil giat operasi di area Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/1).

Setidaknya 892 remaja tersebut, lanjut Hendri, diberi sosialisasi agar tidak melakukan perbuatan tersebut lagi. Baik tidak melakukan balap liar lagi dan juga tidak melanggar protokol kesehatan.

“Dan kami panggil orang tuanya dan juga memberitahu ke sekolah mereka agar gurunya mengarahkan untuk tidak melakukan balap liar lagi,” tambah ia.

Hendri juga menambahkan, jika muda-mudi tersebut ingin mengambil sepeda motor yang disita polisi, mereka musti datang dengan orang tua masing-masing.

“Dan mereka harus membuktikan tanda kepemilikan seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Kalau sepeda motor mereka dimodif tidak sesuai standar, ya harus dilengkapi juga. Baru kami kembalikan,” paparnya.

Untuk pengambilan sepeda motor sendiri, lanjut Hendri, dimulai pada jam 10.00, Minggu (10/11).

Pengambilan sepeda motor sendiri hingga berita ini terbit masih berlangsung. Terlihat dari pantauan Blok-A orang tua muda-mudi sibuk mengantre untuk membuktikan kepemilikan sah sepeda motor yang disita.

Sementara sepeda motornya sendiri diamankan dan di tata secara rapi di samping gerbang masuk area Stadion Kanjuruhan

“Dan akan kami buka kesempatan untuk mengambil di sini sampai besok (Senin (11/1)). Kalau sampai besok tidak ada yang mengambil ya terpaksa ngambilnya di Polres,” tutupnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com