Kota Malang, blok-A.com – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi keresahan bagi pedagang daging sapi di Pasar Besar kota Malang, Selasa (13/09/2022).
Sepinya pembeli akibat PMK membuat pedagang daging di Pasar Besar menjerit, Hj Latifah membenarkan hal tersebut. Sepinya pembeli diduga masyarakat masih was was adanya penyakit PMK.
“PMK sudah tidak ada mbak di kota Malang alhamdulillah aman,” jawabnya saat ditanya blok-A.com.

Harga daging di pasar Kota Malang bermacam macam sesuai dengan kualitas, daging super dibandrol dengan harga Rp 130 ribu, sedangkan daging dibawah super dibandrol harga Rp 125 ribu dan daging rawonan seharga Rp 120 ribu.
Penjualan yang menurun memaksa dirinya harus berjualan dengan sabar, Hj Latifah menceritakan dulu seharinya ia bisa menjual puluhan kilo daging namun sekarang bisa terus berjualan saja sudah syukur.
“Dulu bisa menjual puluhan kilo mbak, kalau sekarang masih bisa bertahan aja syukur dinikmati saja,” tambahnya.
Pedagang yang sudah berjualan sejak umur 9 tahun ini juga menceritakan perbedaan berdagang daging sapi di zaman dahulu dengan sekarang, menurutnya di masa sekarang berdagang sangat sulit.
“Dulu mbak sekota Malang sehari bisa menyembelih 80 ekor sekarang cuma 20 ekor seharinya,” tambahnya.
Menurutnya sepinya pembeli juga disebebkan adanya kenaikan BBM, dan kebutuhan yang semakin naik membuat pembeli enggan membeli daging.
“Karena ekonomi lagi susah kayak gini, orang yang tadinya mau beli daging jadi pikir pikir uangnya kan di bagi bagi sama kebutuhan lain,” tuturnya.
Harapan besar dari Hj Latifah untuk pemerintah kota Malang agar segera memberantas permasalahan BBM serta penyakit PMK.
“Ya semoga penyakit PMK cepat teratasi disini agar pembeli tidak perlu takut lagi untuk membeli daging, terutama harga BBM bisa turun agar ekonomi pasar cepat pulih dan stabil kembali,” pungkasnya. (mg2/bob)










Balas