Anti Macet, Warga Kayutangan Sarankan Catwalk di Dalam Kampung

Pengunjung di dalam Kampung Kayutangan Heritage.(blok-a/Syams Shobahizzaman)
Pengunjung di dalam Kampung Kayutangan Heritage (blok-a/Syams Shobahizzaman)

Kota Malang, blok-a.com – Minimnya pengunjung membuat warga munculkan ide-ide kreatifnya, sayangnya mereka tidak sanggup untuk merealisasikan karna terkendala sumber daya manusia (SDM) serta dana oprasional.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh pemilik Warung kopi (Warkop) Pak Ndut, Rudi. Pihaknya menyampaikan banyaknya protes dari warga terkait kemacetan yang panjang akibat acara kayutangan street style di Kayutangan beberapa pekan yang lalu.

Dari banyaknya protes tersebut munculah ide terkait Kayutangan street style, pihaknya mengatakan mengapa tidak dilaksanakan acara tersebut di dalam kampung Heritage. Dengan begitu acara yang di anggap sebagai sebuah wadah untuk kreatifitas muda mudi Kota Malang terkait stylee tetap terlaksana dan tidak menciptakan kemacetan.

“Dari pada di luar fashion show di jalan raya menyebabkan kemacetan mending masuk ke kampung, tapi ya gitu bajunya yang sopan atau mungkin bisa mengunakan baju tempo dulu terkait ini kan di kampung heritage,” ujarnya saat ditemui blok-a.com.

Sayangnya ide ide kreatif seperti tersebut hanya menjadi angan tidak dapat terlaksana, mengingat kurangnya SDM dan dana oprasional untuk membuat acara tersebut. Pihaknya juga menegaskan perlu adanya bantuan dari Pemerintah untuk meralisasikan ide ide tersebut.

“Menarik harusnya kalau ada semacam kayutangan street style di dalam kampung sini dengan mengusung stylee tempo dulu tapi ya itu tadi kita kurang sdm kurang dana juga, kan acara begitu pasti butuh dana dan promosi yang gencar,” ucapnya.

Rudi juga menambahkan, jika acara tersebut terealisasikan akan menarik karna menjadi pembeda antara kota Malang dengan kota kota lainnya, karna selama ini tidak ada yang mengusung tema heritage di ajarang fahsion show.

“Nanti kan ada daya tariknya karna unik, karna beda dari yang lain, kita usung tema yang di kota kota lain belum ada,” unjarnya.

Ide ide kreatif warga tersebut perlu di-adakan dengan tujuan mengundang masayarakat luas masuk dan kenal kampunh heritage, yang nantinya akan berimbas pada perekonomian warga kampung heritage serta sebagai ajang memperkenalkan kampung heritage kepada masyarakat luas.

Tak sedikit masyarakat mengeluh atas sepinya pengunjung kampung heritage, Rudi juga mengatakannhal yang sama, dengan menjamurnya koridor di sepanjang Jalan Basuki Rahmat membuat pendapatan kampung heritage menurun secara drastis.

“Semenjak pandemi terus ketambahan lagi ada cafe resto di Kayutangan ya sini nol wes mbak, orang orang (pengunjung) sudah cukup puas makan dan ngopi diatas (area Kayutangan) jadi gak pernah masuk ( ke kampung Heritage) sekarang,” tutup Rudi. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com