KOTA MALANG – Puskesmas Bareng letaknya dinilai kurang strategis. Tempatnya berada di dalam gang sempit Jalan Bareng Tenes 4A. Hal ini pun memunculkan keluhan dari Kepala Puskesmas Bareng, dr. Herlin Kisworini.
Herlin mengatakan, karena berada di dalam kampung, akses untuk mobil ambulance pun sulit untuk masuk.
Wajar dari pantauan wartawan online akses masuk dari gang kampung hingga puskesmas itu memiliki lebar 2 sampai 3 meter saja. Selain itu untuk masuk dari gang hingga puskesmas memiliki jarak tempuh kurang lebih 200 meter.
“Jadi ambulance itu hanya bisa sampai depan gang saja. Kan kami juga kesulitan kalau menangani pasien,” tutur dia.
Herlin berharap ada rencana untuk merelokasi puskesmas tersebut. Dia pun mengaku sejak dulu sudah mengajukan rencana relokasi itu ke Pemerintah Kota Malang.
“Saya juga heran kenapa hingga sekarang belum ada tindaklanjutnya,” tutur dia.
Terpisah, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni menjelaskan program relokasi Puskesmas tersebut sudah ada sejak dulu.
“Relokasi Puskesmas Bareng ini sudah kami lakukan mulai tahun lalu, akan tetapi anggaran dari relokasi ini terkana refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19,” kata Sri.
Untuk itu, Sri akan menganggarkan dana untuk proses relokasi itu pada tahun 2022 mendatang. Anggarannya adalah Rp 10 miliar. “Digunakan untuk membeli tanah di sekitar Kelurahan Bareng dan membangun puskesmasnya,” tutup ia.




