Ambulance Tetap Jadi Prioritas Selama Aksi Solidaritas Aremania

ambulance aremania
Ambulance tetap jadi prioritas selama aksi solidaritas Aremania.

Kota Malang, blok-a.com – Ribuan Aremania turun jalan dan adakan konvoi di sejumlah jalur di Malang Raya, Kamis (8/12/2022). Kedatangan ribuan Aremania di jalanan untuk menutup jalur sebagai simbol macetnya proses hukum Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.

Meski bikin macet, solidaritas Aremania memang patut diacungi jempol. Di setiap rute yang mereka lewati maupun tutup, jika ada ambulance melintas, akan mereka prioritaskan terlebih dahulu.

Seperti yang terjadi di wilayah pintu masuk Kota Malang, tepatnya di Exit Tol Karanglo/Singosari. Dari pantauan lapangan, seluruh jalur utama termasuk jalur underpass pun mereka tutup total dengan kendaraan maupun spanduk.

Namun, terhitung sudah ada sekitar 6 ambulance yang melintas dan selalu diberi jalan oleh ribuan Aremania.

Jika dipetakan, ada dua ambulance yang mencoba melintas di persimpangan exit tol Karanglo/Singosari dari arah Pendem menuju masuk Kota Malang.

Kemudian, ada empat ambulance yang melintas dari arah Kota Malang menuju Singosari, Kabupaten Malang. Keempat ambulance yang melintas dalam waktu yang berbeda tersebut, diantarkan oleh Aremania melewati underpass Karanglo.

Diketahui ribuan Aremania menduduki persimpangan Exit Tol Karanglo kurang lebih hampir satu jam. Mulai pukul 12.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB.

Salah satu Aremania, yakni Ambon Fanda mengatakan, secara otomatis aksi-aksi yang dilakukan oleh Aremania ini walaupun setiap Minggu ataupun hari Kamis ini membuat jalur kendaraan Malang Raya macet total.

Ia pun juga meminta maaf atas apa yang terjadi dan menggangu para pengendara yang melintas. Akan tetapi, Ambon ingin masyarakat bisa lebih membuka kembali nurani dan empati atas meninggalnya 135 nyawa dalam Tragedi Kanjuruhan Malang.

“Otomatis kita memang bikin macet. Sedikit mengganggu perekonomian, ya kami mohon maaf. Tapi mohon empati nurani kalian buka kembali, lihatlah apa yang terjadi di Kanjuruhan,” ungkapnya, Kamis (8/12/2022).

Menurut Ambon, jika Aremania diam saja atas keadilan yang belum didapatkan oleh korban maupun keluarga korban Kanjuruhan, kasus ini akan hilang begitu saja.

Maka dari itu, satu-satunya jalan mencari keadilan selain melakukan laporan model B ke pihak berwajib, aksi turun jalan lah menjadi solusinya.

“Kalau ini bikin macet, apa kabar mereka yang ditinggal saudaranya mati di kanjuruhan. Bagaimana mereka mau cari keadilan. Negara ini butuh sesuatu yang heboh baru diperhatikan. Kalau kita diam, negara akan lalai seperti kasus lainnya. Itu lah kenyatannya,” pungkasnya.(mg1/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com