Ade Govinda: Putar Lagu di Resto Harus Bayar Royalti Kalau untuk Komersial

Ade Nurulianto atau Ade Govinda saat dalam acara Loka Nesia di MCC (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Ade Nurulianto atau Ade Govinda. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Musisi sekaligus pencipta lagu, Ade Nurulianto atau yang dikenal sebagai Ade Govinda turut berkomentar terkait polemik pembayaran royalti lagu yang diputar di restoran.

Musisi asal Jambi ini menegaskan bahwa pemutaran lagu di kafe, restoran, atau tempat komersial lain yang memanfaatkan musik sebagai penunjang usaha, wajib membayar royalti kepada pencipta lagu.

“Sebenarnya banyak yang salah kaprah. Kalau lagu digunakan di area umum yang komersial seperti resto, tapi musiknya menjadi penunjang bagi penjualan resto tersebut, ya harus bayar. Di dunia pun akan begitu,” kata Ade saat ditemui di Malang, Sabtu (10/8/2025).

Menurutnya, sosialisasi kewajiban pembayaran royalti oleh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) kepada pelaku usaha masih perlu dimaksimalkan agar semua pihak memahami nilai karya musik.

“Semua harus sadar bahwa lagu dibikin itu perlu cost, energi, waktu, daya kreativitas, promo, banyak hal. Segalanya harus dihargai sesuai porsi,” ujarnya.

Ade mengaku hidup sepenuhnya dari royalti. Ia mencontohkan, jika ada kafe atau restoran yang menghentikan pemutaran lagu karena takut membayar royalti, berarti musik tersebut memang memiliki pengaruh terhadap penjualan.

“Berarti harus ada porsi yang harus diberikan. Tapi kalau digunakan untuk kegiatan non komersil ya nggak perlu bayar,” tegasnya.

Ia juga menilai platform digital, khususnya YouTube, memiliki sistem pembagian royalti yang transparan dan menguntungkan bagi musisi.

“Kalau YouTube menurutku salah satu yang paling presisi untuk royalti karena semua transparan dan jelas. Sekarang nomor satu itu YouTube. Banyak orang belum sadar bahwa YouTube sangat memberi kabar baik bagi musisi Indonesia,” kata Ade.

Meski begitu, ia berharap sistem royalti di Indonesia terus ditingkatkan, baik untuk pemutaran musik di ruang publik maupun di platform digital.

“Memang nggak gampang, tapi dengan restrukturisasi dan perbaikan sistem, semoga ke depan lebih baik lagi,” pungkasnya. (yog/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com