90 Persen Anak di Kota Malang Gak Tahu Lagu Daerah

90 Persen Anak di Kota Malang Gak Tahu Lagu Daerah
90 Persen Anak di Kota Malang Gak Tahu Lagu Daerah

Kota Malang, blok-a.com – Ternyata 90 persen anak di bawah umur di Kota Malang tidak tahu atau tidak mengenal lagu daerah.

Hal itu didapat dari survei yang dilakukan oleh Museum Musik Indonesia (MMI) 3 minggu lalu di sekitara Museum Brawijaya dan Perpustakaan Umum.

Survei itu dilakukan dengan cara menyebar daftar pertanyaan ke sejumlah anak. Ada 400 anak-anak yang diberi daftar pertanyaan soal tahu atau tidak tentang lagu daerah.

Hasilnya sekitar 360 menjawab bahwa mereka tidak tahu lagu daerah.

“Jawabannya lupa saya gak tahu. Saya tahu tapi lupa,” jelas Ketua MMI, Ratna Sakti Wulandari Selasa (15/8/2023).

Dari hasil survei itu, Nana sapaan akrabnya mengatakan, anak-anak di Kota Malang lebih hafal lagu cinta-cinta ataupun lagu K-Pop atau Berbahasa Inggris.

Menurutnya, hal ini karena lagu-lagu tersebut sering didengarkan anak-anak secara tidak langsung melalui media sosial.

“Kan banyak di Tiktok atau Instagram mungkin itu yang membuat anak-anak lebih dengar lagu cinta-cinta,” jelasnya.

Dengan data tersebut, Nana menilai cukup memprihatinkan. Sebab jika anak-anak dari kecil sudah tidak tahu lagu daerah, maka mereka tidak punya jati diri.

“Dan nilai kebangsaan akan hilang ke depannya,” jelasnya.

Untuk itu, Nana bersama Disdikbud Kota Malang kini berencana untuk mengantisipasi hal tersebut.

Caranya dengan menggelar lomba lagu daerah dari Aceh sampai Papua. Pesertanya adalah anak-anak SD hingga SMP di Malang Raya.

Lomba tersebut berjudul Nusantara Bernyanyi.

“Tentunya hal ini untuk memperkenalkan bahwa ada lagu daerah yang bisa dinyanyikan anak-anak. Ini cukup penting,” tuturnya.

Lomba itu sendiri dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu solo, vocal grup dan paduan suara. Hadiahnya sendiri berupa sertifikat dan uang pembinaan puluhan juta rupiah.

Nana menjelaskan, saat ini lomba itu masih dalam pendaftaran dan bakal berakhir 18 Agustus 2023 mendatang.

“Dan babak seleksi 20 sampai 21 Agustus 2023 di Gedung MCC dan final akan berlangsung di Matos pada 25 Agustus 2023,” tuturnya.

Pendaftarannya sendiri bisa dilakukan secara online dengan mengirim pisan singkat ke akun Instagram Disdikbud atau mendaftar langsung di gedung Museum Musik Indonesia di Jalan Nusakambamgan Nomor 19 Kota Malang.

Sepuluh lagu daerah yang akan dibawakan peserta adalah Bungong Jeumpa (Aceh), Mariam Tomong (Sumatera Utara) , Ampar Ampar Pisang (Kalimantan Selatan) , Manuk Dadali (Jawa Barat) , Jaranan (Jawa Tengah), Tanduk Majeng (Jawa Timur) , O Ina Nikeke ( Sulawesi Utara), Bolelebo (Nusa TenggaraTimur) , Sarinande (Maluku) dan Yamko Rambe Yamko (Papua). (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?