Blok-a.com – Bulan Oktober 2022 digadang-gadang menjadi bulan yang penuh kesedihan lantaran banyak terjadinya peristiwa-peristiwa yang memakan ratusan korban jiwa.
Tak hanya terjadi di Indonesia, peristiwa tragis juga terjadi di beberapa negara belahan dunia. Bahkan banyak masyarakat yang menyebut bulan Oktober sebagai bulan Oktoberantakan ataupun Oktrouble.
Peristiwa tragis ini meninggalkan kesedihan yang cukup mendalam bagi keluarga maupun orang terdekat yang ditinggalkan.
Berikut blok-a.com akan mengulas deretan peristiwa tragis yang memakan ratusan korban jiwa disepanjang bulan Oktober 2022.
- Tragedi Kanjuruhan (135 Korban)

Tragedi Kanjuruhan menjadi peristiwa mengenaskan yang terjadi diawal bulan Oktober tepatnya pada Sabtu (1/10/2022). Peristiwa ini bermula saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Usai pertandingan selesai, terjadi kerusuhan dengan diwarnai tembakkan gas air mata diarea stadion hingga menyebabkan para supporter panik dan saling berdesakkan mencari jalan keluar dari stadion.
Akibatnya, banyak supporter yang kehabisan nafas dan terinjak-injak karena kerusuhan tersebut. Dalam peristiwa ini, 135 orang dikabarkan tewas dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.
- Gagal Ginjal Akut (157)

Kasus gangguan gagal ginjal akut juga menyerang beberapa daerah di Indonesia. Kasus ini awalnya terkonfirmasi pada pertengahan 2022 dengan jumlah 1-2 kematian per bulan.
Namun seiring bertambahnya waktu, pasien gagal ginjal akut semakin bertambah hingga kini jumlahnya mencapai 269 kasus yang diantaranya 157 tewas dan 73 dalam masa perawatan.
Kemenkes menyatakan, berdasarkan hasil biopsi terhadap jenazah pasien gangguan gagal ginjal akut, gangguan pada ginjal ini disebabkan senyawa etilen glikol (EG). Senyawa tersebut diduga berasal dari obat sediaan cair atau sirop.
- Serangan Udara Myanmar (80 Korban)
Sedikitnya 80 orang tewas akibat serangan udara Myanmar ke salah satu konser pada Minggu (23/10/2022). Menurut informasi yang beredar, pesawat militer Myanmar menjatuhkan 4 bom ketika konser berlangsung.
Konser tersebut diadakan oleh kelompok separatis Kachin Independence Organization (KIO), kelompok etnis minoritas Myanmar yang berkonflik dengan militer yang berkuasa.
Kantor informasi junta militer Myanmar membantah kabar militer menyerang konser. Mereka juga membantah informasi yang menyebutkan penyanyi dan warga sipil menjadi korban tewas dalam serangan itu.
- Bom Mobil di Mogadishu (100 Korban)

Ledakan bom yang berasal dari dua mobil di depan Kementerian Pendidikan di ibu kota Somalia, Mogadsihu pada Sabtu (29/10/2022), menyebabkan 100 orang meninggal dunia dan 300 orang mengalami luka.
Presiden Sheikh Mohamud mengatakan jumlah korban bisa bertambah, ia juga telah menginstruksikan pemerintah untuk memberikan bantuan medis segera kepada yang terluka, beberapa di antaranya berada dalam kondisi serius.
Hingga kini belum ada satu pihak pun yang mengaku atas aksi pemboman tersebut. Namun, Mohamud menuding kelompok teroris Al Shabab sebagai pihak di balik pengeboman itu.
- Itaewon Halloween (149 Korban)

Tragedi mengenaskan juga terjadi di Itaewon Korea Selatan, Sabtu (29/10/2022) sekitar pukul 23.00 WIB saat perayaan Halloween. Diketahui, perayaan Halloween itu dirayakan lebih dari 100 ribu orang.
Kejadian ini terjadi di belakang Hotel Hamilton. Orang-orang berdesakan karena Itaewon merupakan tempat yang kecil dan banyak lembah di dalam nya. Orang-orang dari atas lembah mendorong orang yang di bawah lembah sehingga mereka kekurangan oksigen.
Setidaknya 149 orang dikabarkan tewas dan ratusan orang lainnya mengalami kondisi kritis yang kini dalam proses perawatan.
- Jembatan di India Runtuh (132 Korban)

Runtuhnya jembatan gantung di India yang berusia 140 tahun pada Minggu malam (30/10/2022) menyebabkan sedikitnya 132 orang meninggal dunia dan banyak lainnya yang terluka akibat tercebur ke sungai.
Jembatan gantung berusia satu abad itu diduga ambruk karena tidak mampu menahan beban dari banyaknya orang yang berada di atas jembatan dalam satu waktu. Menurut informasi yang beredar, diperkirakan sekitar 400 orang berada di atas jembatan saat peristiwa terjadi.
(hen/bob)










Balas
Lihat komentar