Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran, Baru Setahun Sudah Reshuffle Tiga Kali

Prosesi pelantikan menteri dan wakil menteri baru oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, pada Senin, (8/9/2025. (Foto: BPMI Setpres)
Prosesi pelantikan menteri dan wakil menteri baru oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, pada Senin, (8/9/2025. (Foto: BPMI Setpres)

Blok-a.com – Sejak resmi dilantik sebagai Presiden Indonesia pada Oktober 2024, Prabowo Subianto sudah melakukan reshuffle kabinet sebanyak tiga kali sampai September 2025. Pergantian beberapa pos penting dalam kabinet ini memunculkan spekulasi publik mengenai stabilitas politik. Sekaligus menegaskan bahwa Prabowo tidak segan mengambil keputusan tegas demi menjaga efektivitas kinerja pemerintahannya.

Perombakan ini tidak dilakukan sekaligus, melainkan berlangsung secara bertahap.

Reshuffle Pertama (19 Februari 2025)

Reshuffle pertama terjadi pada 19 Februari 2025, hanya beberapa bulan setelah pemerintahan Prabowo berjalan. Kala itu, hanya satu posisi menteri yang diganti, yakni Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Brodjonegoro.

Ia dilepas dari jabatannya, dan digantikan oleh Brian Yuliarto, alasannya dikaitkan dengan kinerja dan tekanan dari pegawai di kementerian terkait.

Brian Yuliarto sendiri merupakan wakil rektor dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pengangkatan Brian sebagai Mendiktisaintek berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Tahun 2024-2029.

Reshuffle Kedua (8 September 2025)

Reshuffle kedua jauh lebih besar dan menarik perhatian publik karena melibatkan beberapa jabatan strategis kementerian. Beberapa menteri yang dicopot dan dilantik dalam reshuffle ini antaranya:

  • Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani Indrawati
  • Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Mukhtarudin menggantikan Abdul Kadir Karding
  • Menteri Koperasi: Ferry Juliantono menggantikan Budi Arie Setiadi
  • Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, sebuah kementerian baru yang dibentuk (atau diubah tugasnya) dalam reshuffle ini, dengan wakilnya Dahnil Anzar Simanjuntak

Pada saat reshuffle kedua ini terjadi adanya kursi kosong yang belum terisi. Yakni posisi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) yang sebelumnya diisi oleh Budi Gunawan, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.

Reshuffle Ketiga (17 September 2025)

Reshuffle ketiga dilakukan pada 17 September 2025. Kali ini Prabowo tidak hanya mengganti beberapa menteri, tetapi juga mengisi sejumlah posisi yang sebelumnya kosong, mengangkat wakil menteri, dan pejabat setingkat menteri/lembaga yang baru.

Berikut daftar pejabat baru atau yang dilantik/diangkat pada reshuffle ketiga:

  • Menko Politik, Hukum, dan Keamanan (Polkam): Djamari Chaniago diangkat menggantikan Budi Gunawan.
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora): Erick Thohir
  • Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker): Afriansyah Noor.
  • Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut): Rohmat Marzuki.
  • Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop): Farida Faricha.
  • Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Angga Raka Prabowo.
  • Kepala Staf Kepresidenan (KSP): Moh. Qodari.
  • Penasehat Khusus Presiden bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Polri: Ahmad Dofiri.
  • Wakil Kepala Badan Gizi Nasional: Nanik Sudaryati Deyang.
  • Wakil Kepala Badan Gizi Nasional: Sonny Sanjaya.
  • Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP): Sarah Sadiqa.

Dalam reshuffle ketiga ini, beberapa posisi lama resmi diberhentikan. Mereka, di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulaiman Umar, Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Kepala Staf Kepresidenan Anto M. Putranto.

Setelah Erick Thohir ditunjuk sebagai Menpora, otomatis Menteri BUMN menjadi kosong. Untuk mengisi kekosongan posisi Menteri BUMN, pemerintah berencana menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) atau Menteri ad interim. Namun, hingga saat ini surat keputusan (SK) penunjukannya belum diterbitkan.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa pemerintah belum menunjuk sosok pengganti definitif. Ia menyampaikan bahwa kemungkinan posisi PLT tersebut akan diisi oleh satu dari tiga Wakil Menteri BUMN saat ini, yakni Kartika Wirjoatmodjo, Dony Oskaria, atau Aminuddin Maruf. (mg2/gni)

Penulis: Muhammad Naufal Abiyyu (mahasiswa magang UTM Bangkalan)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com