5 Fakta Polemik Lagu ‘Bayar Polisi’ Band Sukatani, Lirik – Tanggapan Polri

Band Sukatani (Foto: Instagram/@sukatani.band)

Blok-a.com – Lagu dari band Sukatani yang berjudul Bayar Bayar Bayar baru-baru ini menjadi perbincangan publik, karena liriknya yang dianggap menyindir pihak kepolisian.

Sukatani sendiri adalah band asal Purbalingga yang telah dikenal sejak tahun 2022. Band ini digawangi oleh dua personel, yaitu Muhammad Syifa Al Lutfi (gitaris) dan Novi Citra Indriyanti (vokalis).

Dikenal dengan genre punk rock, band ini selalu tampil dengan ciri khas, yakni mengenakan topeng yang menutupi wajah mereka. Mereka juga dikenal dengan nama samaran Ovi atau Twister Angel dan Al atau Alectroguy.

Band ini sudah tampil di berbagai daerah, termasuk Jakarta, dan banyak lagu-lagu mereka yang sudah populer di kalangan penggemar musik. Namun, lagu Bayar Bayar Bayar yang menjadi bagian dari album Gelap Gempita, yang dirilis pada 24 Juli 2023, baru-baru ini menuai kontroversi.

Dirangkum Blok-a.com, Jumat (21/2/2025), berikut adalah sejumlah fakta terkait polemik lagu Bayar Bayar Bayar dari band Sukatani.

Lirik Lagu

Lirik lagu Bayar Bayar Bayar mengungkapkan kritik terhadap oknum kepolisian melalui serangkaian kejadian yang menyebutkan kata “bayar polisi.”

Dalam lagu ini, Sukatani menggambarkan berbagai situasi yang harus dibayar dengan uang kepada polisi, termasuk pembuatan SIM, tilang, hingga kasus-kasus lain seperti korupsi dan gusuran rumah.

Berikut adalah cuplikan liriknya:

Mau bikin SIM bayar polisi

Ketilang di jalan bayar polisi

Touring motor gede bayar polisi

Angkot mau ngetem bayar polisi

Aduh aduh ku tak punya uang

Untuk bisa bayar polisi

Mau bikin gigs bayar polisi

Lapor barang hilang bayar polisi

Masuk ke penjara bayar polisi

Keluar penjara bayar polisi

Aduh aduh ku tak punya uang

Untuk bisa bayar polisi

Mau korupsi bayar polisi

Mau gusur rumah bayar polisi

Mau babat hutan bayar polisi

Mau jadi polisi bayar polisi

Aduh aduh ku tak punya uang

Untuk bisa bayar polisi

Band Sukatani Minta Maaf

Pada Rabu (19/2/2025), band Sukatani melalui akun Instagram resmi mereka @sukatani.band mengunggah video permintaan maaf. Dalam video tersebut, Lutfi dan Novi menyatakan permohonan maaf kepada Kapolri dan Institusi Polri atas lagu yang telah mereka ciptakan.

“Memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan Institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul lagu Bayar Bayar Bayar, yang liriknya Bayar Polisi yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial dan yang pernah saya upload ke platform Spotify,” ujar Lutfi.

Lutfi menjelaskan bahwa lagu tersebut sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menyudutkan seluruh polisi, melainkan untuk mengkritik oknum-oknum yang melanggar aturan.

“Sebenarnya lagu itu saya ciptakan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan,” jelasnya.

Lagu Dihapus

Dalam kesempatan yang sama, Lutfi dan Novi menyatakan bahwa mereka telah menghapus lagu Bayar Bayar Bayar dari berbagai platform musik. Mereka menegaskan bahwa keputusan ini diambil tanpa paksaan dari pihak manapun.

“Melalui pernyataan ini, saya telah mencabut dan menarik lagu ciptaan kami yang berjudul Bayar Bayar Bayar, yang liriknya Bayar Polisi,” ungkap Lutfi.

Selain itu, mereka juga menghimbau kepada publik yang sudah menyimpan lagu tersebut agar segera menghapusnya dan menarik semua video yang menggunakan lagu Bayar Bayar Bayar.

Ramai Didukung Musisi

Saat ini, polemik lagu Bayar Bayar Bayar menjadi trending di platform X dengan tagar #KamiBersamaSukatani. Banyak musisi tanah air yang memberikan dukungan kepada band Sukatani. Beberapa komentar yang muncul di video permintaan maaf mereka antara lain:

“Semangat untuk teman-teman Sukatani. 1312,” tulis Baskara Hindia.

“Nggak usah ditarik lagunya, gas terus!!!,” kata Stevi Item.

“Kami bersama Sukatani,” komentar The Jansen.

“Tetap semangat, mas dan mbak,” tulis Fstvlst.

“What??? Terus bersuara melalui karya! Maju terus,” kata Tantri

Bukan hanya musisi, influencer dan warganet juga turut mendukung band tersebut. Bahkan, sejumlah aktivis melakukan aksi demonstrasi mendukung Sukatani dalam aksi Kamisan di depan Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/2/2025), dengan memutar lagu Bayar Bayar Bayar sambil berjoget.

Tanggapan Polri

Setelah band Sukatani menghapus lagu Bayar Bayar Bayar, publik pun menduga adanya tekanan atau intimidasi dari pihak kepolisian. Namun, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membantah tuduhan tersebut.

Menurut Sigit, tidak ada tindakan intimidasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak bermasalah dengan kritik yang disampaikan melalui lagu tersebut.

“Tidak ada masalah. Mungkin ada salah paham, namun itu sudah diluruskan,” jelas Sigit, Jumat (21/2/2025).

“Polri tidak anti kritik. Kritik merupakan masukan yang baik untuk evaluasi. Dalam menerima kritik, kita harus legowo, dan yang terpenting adalah adanya perbaikan,” sambungnya. (hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com