Caption : Buah Kluwek Yang Bikin Kuah Rawon Menjadi Hitam (blok-A.com/Defrico Alfan)
blok-A.com – Jika kalian berkunjung ke suatu wilayah tertentu, alangkah baiknya jika mencicipi makanan khas di daerah tersebut. Salah satu makanan khas jawa timur yang patut kalian coba adalah Nasi Rawon. Dikenal dengan black soup di dunia internasional, rawon identik dengan kuahnya yang begitu hitam pekat, Jumat (23/09/2022).
Walapun warna kuahnya yang hitam pekat, rawon ternyata memiliki rasa yang sangat gurih. Rawon selalu dibuat menggunakan daging sapi dan terkadang ditambahkan dengan buntu sapi. Tambahan berbagai bumbu, seperti daun jeruk, daun salam, lengkuas, dan kemiri semakin membuat sajian ini menjadi sangat khas. Selain itu, sajian rawon seakan kurang jika tidak diberi tambahan sambal, taoge pendek, dan bawang goreng. Pertanyaannya, apa yang membuat kuah rawon menjadi hitam pekat?
Istilah Mabuk Kepayang Ala Si Hitam

Siapa yang belum pernah mendengar istilah mabuk kepayang ? Istilah tersebut sering didengar ketika orang sedang kasmaran atau jatuh cinta. Faktanya, istilah itu lahir dari sebuah pohon yang bernama Kepayang. Buah kepayang atau kluwek ini, digadang-gadang menjadi sumber utama, membuat kuah rawon menjadi hitam pekat.
Daging buah kluwek ternyata tidak boleh sembarangan dalam memasaknya. Buah kluwek harus direbus terlebih dahulu, dan menimbunnya dengan abu sekam selama 15 hari. Tujuannya adalah untuk menghilangkan racun sianida yang terdapat di buah kluwek. Sianida tersebut, akan mengakibatkan sakit kepala ataupun muntah jika seseorang berlebihan mengonsumsinya. Itulah mengapa, terlalu banyak mengonsumsi buah kluwek yang belum dimasak akan membuat seseorang mabuk.
Rawon Muncul Di Abad Ke-10

Sejarah tentang rawon, ternyata menyimpan cerita yang cukup unik. Ada yang menyebut bahwa nasi rawon merupakan makanan yang dinikmati oleh Raja-Raja Mataram Kuno dan bukanlah makanan yang bisa dinikmati rakyat biasa. Namun, ada juga yang menyebut bahwa nasi rawon justru makanan yang berasal dari rakyat jelata dan lahir karena eksperimen resep masakan.
Namun, yang pasti rawon sudah muncul dalam sebuah prasasti yang berasal dari abad ke-10. Prasasti Taji yang dipercaya berasal dari abad ke-10 menulis beberapa makanan yang sudah muncul pada masa itu. Selain itu, ada juga makanan seperti kurupuk, rurujak, dan rarawwan. Nama rarawwan ini merupakan istilah nasi rawon dari masa lalu. Selain itu, dalam beberapa kitab sastra Jawa Baru abad ke-18 juga membahas mengenai rawon. Seperti tercantum dalam sebuah kitab Kakawin (wacana puisi yang ditulis dengan bahasa Jawa kuno), ada kata-kata yang ditengarai merupakan penyebutan rawon, yaitu rarawwan amar?g-mar?gi (rawon teramat mengenyangkan).
Surabaya Tempatnya Rawon Setan

Jika kalian ke Kota Pahlawan, rawon setan bisa menjadi rekomendasi makanan yang harus kalian coba. Mengapa diberi nama setan, salah satu alasannya adalah rawon tersebut bisa muncul di tengah malam menjelang subuh. Meski banyak yang mengaku bahwa mereka lah yang pertama kali berjualan rawon setan di Surabaya, namun banyak yang percaya bahwa penjual rawon setan di Surabaya adalah Mbah Musiati.
Pada tahun 1953, Mbah Musiati berjualan rawon dari pukul 02:00 agar bisa melayani para pekerja malam. Lama kelamaan rawon Mbah Musiati semakin dikenal dan akhirnya dijuluki rawon setan, karena dijual berbarengan dengan waktunya setan berkeliaran.
Sebagai informasi, Rawon Setan terletak di depan Hotel JW Marriot Surabaya, tepatnya di Jl. Embong Malang 78, Surabaya. Rawon Setan Mbak Endang ini sudah mulai buka sejak pagi dari pukul 07.30 – 22.00 WIB untuk hari Minggu hingga Selasa, dan 07.30 – 03.30 WIB untuk hari Rabu hingga Sabtu.
Untuk harganya sendiri, satu mangkok rawon dihargai sebesar Rp 48 ribu saja.
(rco)










Balas
Lihat komentar