Satreskrim Polres Mojokerto Tangkap Pelaku Investasi Bodong Lintas Kota

Wakapolres Mojokerto Kompol Afner Pangaribuan saat konferensi pers.(blok-a.com/Syahrul)
Wakapolres Mojokerto Kompol Afner Pangaribuan saat konferensi pers.(blok-a.com/Syahrul)

Mojokerto, blok-a.com – Berawal dari arisan online yang dilakukan sejak tahun 2020 sampai 2022 oleh tersangka Melania Widiastuti (28) warga Dusun Ngetrep, Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dan Sulistyani (30) warga Dusun/Desa Sumbergandu, Kecamatan Kenceng, Kabupaten Madiun mengalami kegagalan.

Selanjutnya, Melani mulai menjalankan bisnis investasi sejak Oktober 2022 dengan cara memasang di story WhatsApp menawarkan investasi modalan dengan menjanjikan keuntungan sebesar 10% sampai 25% dalam waktu 2 minggu.

Saat ditanya melalui WhatsApp, Melani mengatakan investasi ini amanah dan bakal tanggung jawab jika terjadi apa-apa, maka calon korban percaya dengan penjelasan Melani.

Akhirnya, salah satu korban yang bernama Kirana percaya dan menyerahkan uang untuk modal awal sebesar 30 juta dengan keuntungan 3 juta yang ditransfer ke rekening korban setelah 2 minggu berjalan.

Dengan begitu, korban akhirnya menambah jumlah modal secara bertahap hingga mencapai 575 juta untuk modal investasi tersebut.

Selain Kirana, ada 82 orang korban lainnya yang menyerahkan modal hingga mencapai Rp3,7 miliar.

Setelah menerima modal investasi yang besar, pelaku mulai tidak memberikan keuntungan seperti yang dijanjikan sebelumnya. Dan ketika korban meminta modalnya, hanya dijanjikan saja.

Merasa ditipu dengan pelaku akhirnya KAH (28) warga Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto dan 4 korban lainnya melaporkan ke SPKT Polres Mojokerto guna penyidikan lebih lanjut pada 10 mei 2023.

Saksi korban yang diperiksa ada 5 orang dengan total kerugian mencapai Rp1.063.530.000 (satu miliar enam puluh tiga juta lima ratus tiga puluh ribu rupiah), dari total korban sebanyak 82 orang korban.

Adapun korban investasi berasal dari berbagai kota di Indonesia, antara lain salah satu kota di Kalimantan, Cilengsi, Jakarta, Tangerang, Jepara, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Nganjuk, Madiun, Kediri, Blitar, dan yang terbanyak dari Kota/Kabupaten Mojokerto.

Dari hasil penyidikan, Melani mengatakan uang yang diterima dari para korban, diinvestasikan lagi kepada Sulistyani atau Listi dan sebagian digunakan untuk keperluan pribadi.

”Sebagian uang yang saya terima dari para korban, saya investasikan untuk bisnis kosmetik kepada Listi, dan sebagian saya gunakan untuk kebutuhan pribadi,” terang Melani saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto Senin (14/8/2023).

Listi juga mengakui jika ia menjalankan bisnis penjualan kosmetik semua Merk yang ada dipasaran.

”Memang benar saya menjual produk kosmetik dari semua Merk yang ada dipasaran dengan harga murah, yang akhirnya bangkrut, modal saya dapatkan dari saudari Melani,” ungkap Listi kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Senin (14/8/2023).

Menurut Wakapolres Mojokerto Kompol Afner Pangaribuan bahwa kasus ini berlatar belakang dagang kosmetik, dan masih dalam pengembangan.

”Termasuk rumah masih kami kembangkan, apakah hasil dari kejahatan yang dipakai pelaku untuk hal lain, TPPU? masih kami dalami, pengembangan karena ada kemungkinan mengarah kesitu,” jelas Afner saat konferensi pers Senin (14/8/2023).

Sampai saat ini sejumlah barang bukti berhasil diamankan Satreskrim Polres Mojokerto antara lain 1 unit sepeda motor Vespa warna abu-abu muda (telor asin) nopol S 6444 NBI, 1 unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna kuning nopol S 4536 QV, 1 unit mobil Mitsubishi Pajero dakkar warna hitam nopol S 64 NBI.

1 unit mobil truk Mitsubishi Canter baru yang belum keluar nopolnya, juga sejumlah uang tunai senilai 20 juta, 1 handphone merk iPhone 14 promax, 3 bendel rekening koran an pemilik Melania Widiastuti, 3 bendel rekening koran an pemilik Yoki AZ.

Pelaku berhasil diamankan Satreskrim Polres Mojokerto dan terancam tindak pidana penipuan atau penggelapan dan atau orang yang turut serta melakukan perbuatan tindak pidana sesuai pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP, juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

”Imbauan kepada siapa saja yang merasa menjadi korban bisa melaporkan ke Satreskrim Polres Mojokerto dengan membawa bukti-bukti yang ada,” pungkas Afner.(sya/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?