Pemasok Senjata Penembak Kantor MUI Jadi Tersangka, Dijerat UU Darurat

Petugas menunjukan barang bukti senjata airgun pada konferensi pers di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/5/2023).(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Petugas menunjukan barang bukti senjata airgun pada konferensi pers di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/5/2023).(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

blok-a.comPemasok senjata untuk Mustopa NR, pelaku penembakan kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga menjelaskan, terdapat tiga orang yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, yakni H, N dan D.

Ketiganya dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 serta ditetapkan melanggar Pasal 55 dan 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP,” kata AKBP Indrawienny Panjiyoga dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (9/5/2023).

Baca Juga: Staf Kantor MUI Masih Trauma Pasca Insiden Penembakan

Berdasarkan hasil penyidikan, N dan D yang merupakan tetangga Mustopa berperan sebagai perantara pembelian senjata.

Sementara H, merupakan pihak pedagang senjata jenis airsoft gun dan air gun tanpa izin.

Panjiyoga sebelumnya menyampaikan bahwa dari hasil penyelidikan awal diketahui bahwa H sudah berbisnis jual beli airsoft gun dan air gun sejak 2012.

Mustopa membeli senjata yang diperdagangkan H secara ilegal seharga Rp 5,5 juta melalui D dan N.

“Penjualan itu tanpa izin. Setelah itu, setelah pelaku membayar Rp 5,5 juta pada D,” ucap Panjiyoga.

“Lalu senjata ini dikirim ke saudara N lalu diberikan ke D,” ujar dia.

Insiden penembakan tersebut terjadi saat pimpinan MUI tengah menggelar rapat perdana pada Selasa (2/5/2023) sekitar pukul 11.00 WIB.

Akibat kejadian ini, terdapat sejumlah karyawan yang terluka oleh pecahan kaca.

Pelaku bernama Mustopa NR (60) menembak menggunakan air gun yang menyebabkan satu korban tertembak pada bagian punggung.

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menyatakan, usai ditangkap, pelaku sempat dibawa ke Polsek Menteng lalu Puskemas Menteng. Namun, dokter di puskesmas menyatakan pelaku meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan, tim dokter forensik menyatakan pelaku meninggal akibat serangan jantung.(lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?