pembunuhan wanita di kabupaten malang
Tangkapan layar video pembunuhan wanita bersuami oleh pacar barunya di Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kec. Ampelgading, Kab. Malang (foto: Twitter @siskanoviw)

Miris! Seorang Anak 8 Tahun di Malang Melihat Ibunya Dibunuh

Kabupaten Malang, Blok-a.com — Seorang anak berusia 8 tahun melihat ibunya dibunuh secara brutal di rumahnya, Kecamatan Ampelgading, Minggu (18/12) lalu.

D (8) mencari pertolongan dan berteriak kepada warga sekitar karena ia menyaksikan bahwa ibunya sedang dibunuh oleh seseorang.

Warga yang mendengar teriakan D segera menuju ke lokasi. Disaat bersamaan, warga melihat seorang pria keluar dari rumah korban dengan membawa pisau yang kemudian lari ke arah pekarangan belakang rumah.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Linawati (33), seorang ibu dua anak warga Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Ia ditemukan tak bernyawa bersimbah darah di dalam rumahnya Minggu (18/12/2022) lalu sekitar pukul 07.45 WIB.

Berdasarkan keterangan warga, hanya ada dua anak korban di dalam rumah, salah satunya adalah D (8), sedangkan N (38) suami korban sedang bekerja.

Blok-a mengkofirmasi kondisi psikis apabila seorang anak melihat pembunuhan di depan mata mereka.

Berdasarkan keterangan dari Fuji Astutik, Psikolog UIN Malang, anak tersebut akan mengalami shock. Hal ini adalah reaksi pertama setiap manusia saat menghadapi sesuatu yang menyakitkan.

“Yang jelas shock, bisa jadi juga ada perasaan tidak percaya apakah ini benar-benar terjadi atau tidak,” ujar Fuji pada wartawan Blok-a.com.

Untuk mengetahui hal tersebut, keluarga atau kerabat terdekat disarankan agar memastikan kondisi sang anak apakah sudah dalam kondisi aman.

“Setelah memastikan anak dalam kondisi aman, kita juga harus memberikan perlindungan pada anak yang mengalami hal tersebut,” tutur Fuji.

Mengobrol juga merupakan salah satu solusi saat menghadapi seorang anak yang mengalami shock tersebut.

“Berikan pendamping secara intens, jika ada perubahan perilaku, bisa diajak ngobrol apa yang di rasakan,” ujar Fuji.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kasatreskrim IPTU Wahyu Rizki Saputro membenarkan temuan tubuh korban berawal dari teriakan minta tolong anak korban, D, bahwa ibunya dibunuh oleh seseorang.

“Setelah dicek warga, ternyata diketahui korban sudah meninggal dunia bersimbah darah di dalam rumah,” ujarnya.

Polisi yang datang segera mengamankan TKP dengan memasang garis polisi. Tim Inafis juga melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal kondisi jenazah.

Dari pemeriksaan awal, korban mengalami luka yang cukup parah di bagian leher seperti sayatan benda tajam dan sejumlah luka tusuk pada bagian perut.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit Saiful Anwar Kota Malang untuk keperluan autopsi. (mg1/bob)