Fakta Pengeroyokan di Kota Malang: Tersinggung Perkara Tiket Pertandingan Arema FC Belum Laku

TKP Pengeroyokan di Kota Malang (bob)

Kota Malang, Blok-A.com – Pengeroyokan yang viral di Kota Malang ternyata ditengarai oleh ketersinggungan pelaku terhadap korban.

Sebelumnya diberitakan, polisi telah mengamankan dua pelaku pengeroyokan, yakni DP dan DA terhadap satu korban, DU di Jalan S. Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (15/06/2022).

Kapolsek Sukun, Kompol Nyoto Gelar mengungkapkan, ketersinggungan itu berawal dari pelaku meminta jatah tiket pertandingan Arema FC melawan Persik Kediri ke korban untuk dijual.

Korban berjalan dari arah utara menuju ke pelaku yang berada di dekat SPBU Sukun. Pelaku memberhentikan korban. Pelaku menanyakan berapa tiket sisa yang bisa dijualnya.

“Korban bilang ada 24 tiket. Dia mempersilahkan pelaku dapat 12 tiket. Nah ada kesepakatan di situ,” ujarnya.

Namun selang beberapa waktu, sekitar pukul 18.00, korban mendatangi pelaku lagi. Korban meminta uang hasil jual tiket dengan keadaan setengah mabuk.

Tiketnya pun masih belum ada yang terjual. Korban memaksa untuk menarik seluruh tiket. Akhirnya, terjadi perdebatan terjadi hingga korban langsung dihujani pukulan di tengah jalan.

“Dari situ itu debat mbak. Akhirnya sama si pelaku itu korban dipukul dan langsung terjadi peristiwa yang kemarin,” ujarnya.

Pengeroyokan itu viral di media sosial setelah sejumlah akun mengunggah kelakuan bar-bar sejumlah pemuda yang memukul seorang pemuda di jalan.

Diketahui kejadian tersebut, terjadi sebelum pertandingan Arema FC melawan Persik Kediri.

Saat ini, polisi sudah mengamankan dua pelaku. Laporan polisi sudah masuk dan segera dilimpahkan untuk proses lebih lanjut di Kejaksaan Negeri Kota Malang. (frd/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com