Awas Hoaks Berita Penculikan Anak, Kapolda Jatim: Bikin Cemas Orang Tua

penculikan anak
Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Farid Makruf, di Gedung Mahameru Polda Jatim. (blok-a.com/Isma)

Surabaya, blok-a.com Viral pesan suara (voice note) seorang perempuan yang menyebut adanya percobaan penculikan anak di sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Wiyung. Rekaman tersebut tersebar di aplikasi perpesanan dan menggemparkan warga Surabaya dan sekitarnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana tegas menyatakan jika pesan tersebut tidak benar alias hoaks. Hal itu usai Bhabinkamtibmas Polsek Wiyung mengkonfirmasi kepada sekolah terkait.

Ada pula video seorang pemuda dihajar warga, yang dinarasikan sebagai pelaku penculikan anak yang terpergok di Srengat, Blitar. Setelah ditelusuri, video pemuda dihajar karena kasus penculikan itu juga hoaks. Kominfo Jatim mengatakan video tersebut ternyata merupakan kejadian tahun 2022 di Cianjur.

Atas beredarnya sejumlah berita hoaks penculikan anak di tengah masyarakat, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Toni Harmanto pun angkat bicara.

Jenderal dua bintang di pundaknya ini mengimbau masyarakat kian waspada adanya kabar bohong atau menyesatkan.

“Penculikan anak itu adalah berita hoaks di beberapa tempat di Jawa Timur,” jelas Irjen Pol Toni Harmanto, di Mapolda Jatim, Rabu (1/2/2023).

Toni lantas meminta tim Siber Polda Jatim yang dalam hal ini dalam naungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus untuk berperan aktif menangkis berita hoaks yang beredar.

“Kita juga telah bertindak dan mengambil langkah, yakni melakukan takedown berita hoaks,” katanya.

Kata Toni, berita hoaks tidak bisa dibiarkan begitu saja. Terlebih, kabar itu menyangkut dengan keselamatan anak.

“Tentu saja hal itu akan menimbulkan satu kesesatan pemberitaan, memberikan kecemasan para orang tua,” tandasnya.

“Kita akan proses semua pemberitaan hoaks itu,” imbuhnya.

Kendati kabar yang beredar itu dipastikan hoaks, Toni tetap menginstruksikan jajaran Korps Bhayangkara di Jatim agar tetap waspada. Karena tidak menutup kemungkinan, aksi penculikan anak itu terjadi di wilayah hukum Polda Jatim.

“Jadi ada langkah-langkah pencegahan,” pungkasnya.(kim/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com