Viral Ranjang Pasien HIV Diplastik, Ini Cara Penularan HIV/AIDS

ranjang pasien HIV diplastik
ranjang pasien HIV diplastik (ist)

Blok-a.com – Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan sebuah unggahan foto yang menampilkan ranjang pasien HIV-AIDS disalah satu rumah sakit terbungkus plastik.

Foto tersebut viral setelah diunggah oleh akun Twitter @darahjavva pada Rabu (14/12/2022). Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menilai bahwa hal tersebut merupakan tindakan diskriminatif terhadap ODHA (Orang dengan HIV-AIDS).

“Diskriminasi odhiv masih ada!! Dampingi teman odhiv yg mau operasi, kaget kok bed diplastiki kukira karena sejak pandemi, ternyata dijelaskan oleh susternya karena HIV. Mau marah tapi sama siapa?! Kok ga sekalian kamar mandinya kalian laminating?!,” tulis pemilik akun dalam keterangan unggahannya.

Lantas benarkah hal tersebut merupakan salah satu tindakan yang berlebihan? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, ada baiknya untuk mengenali cara penularan penyakit HIV/AIDS dibawah ini.

Secara umum, HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang bisa menyerang siapa saja. Penyakit HIV/AIDS akan melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Padahal sistem kekebalan bertugas untuk melawan kuman dan penyakit yang menginfeksi tubuh. Pada penderita AIDS, sistem kekebalan menjadi sangat lemah dan tidak dapat lagi melawan virus yang menyerang tubuh.

Hingga saat ini, belum ada obat untuk penyakit AIDS. Obat-obatan yang diberikan hanya bermanfaat untuk menjaga agar virus tetap terkendali dan sistem kekebalan tubuh tetap sehat.

Penting untuk mengetahui bagaimana cara penularan penyakit AIDS. Secara umum, cara penularan virus HIV/AIDS melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, atau cairan pra ejakulasi.

Untuk dapat menghindari penyakit HIV/AIDS, kita harus tau bagaimana cara penularan penyakit tersebut. Simak lengkapnya di bawah ini.

  • Pemakaian jarum suntik secara bergantian dengan pengidap HIV.
  • Penggunaan peralatan pribadi yang tidak disterilkan dan pernah dipakai oleh pengidap HIV, misalnya peralatan tato, alat piercing, atau cukur jenggot.
  • Melakukan hubungan intim dengan pengidap HIV. Umumnya, hubungan intim yang dilakukan melalui vagina atau dubur menjadi risiko tertinggi penularan HIV. Hubungan intim yang dilakukan secara oral nyatanya sangat jarang menyebabkan penularan HIV, kecuali terdapat luka terbuka pada mulut, misalnya sariawan atau luka pada bagian gusi.
  • Mendapatkan transfusi darah dari pengidap HIV juga menyebabkan kamu dapat tertular virus HIV.
  • Virus HIV juga dapat menular dari ibu hamil ke janin dalam kandungan. Selain itu, virus HIV dapat ditularkan melalui proses persalinan atau menyusui.
  • Sex toys atau mainan seks yang dipakai secara bersamaan bisa menjadi media penularan penyakit HIV/AIDS.

(hen)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?