Pasca 11 Hari Tragedi Kanjuruhan, Korban Selamat Masih Sakit di Dada dan Tenggorokan hingga Lupa Ingatan

Trauma 1 Tahun Ibu Korban Tragedi Kanjuruhan: Ada Ramai-Ramai Saya Kebingungan
Tumpukan bunga syal dan baju Arema di gate 13 sebagai lokasi yang diduga memunculkan banyak korban di tragedi Stadion Kanjuruhan (blok-A/Syams Shobahizzaman)

Kota Malang, blok-A.com – Sejumlah suporter mengalami dampak pasca Tragedi Kelam Kanjuruhan yang terjadi Sabtu (1/10/2022) lalu itu.

Beberapa suporter mengeluh kesehatannya masih terganggu setelah 11 hari trgaedi itu terjadi. Keluhan itu disampaikan ke posko Gabungan Aremania di Gedung KNPI, Kota Malang.

Salah satu Aremania, Dadang Holopes menjelaskan, suporter tersebut datang ke posko untuk menyampaikan keluhan sakit dada, tenggorokan, dan matanya masih terasa perih. Hal ini diduga karena efek gas air mata dan berdesakan mencari cara keluar dari stadion saat tragedi itu terjadi.

“Kebanyakan seperti sesak napas, di dadanya sakit, sesak buat napas ini tenggorokannya masih berasa perih. Ada beberapa yang masih trauma, juga ada keluarga Korban yang tetangganya melaporkan ke kita untuk trauma healing,” kata Dadang, saat ditemui di Gedung KNPI, Kota Malang.

Rata-rata 3 – 6 korban yang mengadukan ke posko karena efek luka dan mengalami dampak psikis. Bahkan beberapa di antaranya masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Malang raya.

“Korban pengaduan keluhan setelah 3 – 4 hari itu merasa sesak, dada sakit, kita sudah menerima dan sudah kita rujuk ke rumah sakit seperti Hermina, RSSA, RSUD Kepanjen,” ucapnya.

Dari sejumlah korban yang masih dirawat di rumah sakit, ada yang mengadukan mengalami iritasi di kulit, muncul bercak – bercak merah, hingga ada yang kehilangan ingatan karena terjadi benturan di kepala.

“Hasil-hasil temuan tim dari Aremania bersama ini rata-rata di sesak napas, terus ada terjadi benturan yang menyebabkan menghilangkan memori, korban seorang wanita juga seperti itu, ada yang badannya belum bisa digerakkan yang bagian kanan juga seperti itu. Bercak-bercak kulit di muka, kayak iritasi itu ada, itu juga menerima laporan – laporan,” pungkasnya.

Dadang Holopes selaku Tim pendataan korban tragedi Kanjuruhan mengatakan jika hingga detik ini kurang lebih ada 80 pelapor yang merupakan korban tragedi Kanjuruhan ke posko gabungan Aremania di KNPI.

“Di kita yang meninggal kita cek kebenarannya 131. Sedangkan korban yang melapor ke posko kami di KNPI kurang lebih 80 orang,” kata Dadang Holopes.

Sebagai informasi, Tragedi Kelam Kanjuruhan terjadi pada Sabtu (1/10/2022) setelah pertandingan Arema FC Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. Persebaya kala itu berhasil memenangkan pertandingan dengan selisih satu gol.

Beberapa suporter pun setelah pertandingan masuk ke lapangan. Tujuannya, berdasarkan informasi yang dikumpulkan blok-A.com, suporter itu ke lapangan untuk menyemangati pemain Arema FC.

Selanjutnya, semakin banyak suporter yang ke lapangan. Akhirnya, tembakkan gas air mata itu dilakukan oleh aparat keamanan.

11 tembakkan gas air mata dilakukan oleh aparat keamanan. 7 mengarah ke tribune selatan, 3 ke lapangan, dan satu ke tribune utara. Data tersebut merupakan versi hasil pemeriksaan Polri.

Gas air mata yang diluncurkan itu membuat penonton panik. Suporter pun lalu berdesakan untuk menghindari asap gas air mata itu.

Namun karena berdesakan dan panik, banya yang terjatuh dan terinjak. Hasilnya, sejumlah korban mengalami trauma di dada dan otak. Beberapa pun masih mengalami iritasi di mata akibat tragedi kelam itu.

Tercatat hingga kini 132 orang meninggal dunia akibat tragedi kelam itu. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com