Hampir Setahun, Begini Perkembangan Klinik Bagas Waras RSUD dr Sayidiman Magetan

Griya Jamu di Klinik Bagas Waras RSDS Magetan.
Griya Jamu di Klinik Bagas Waras RSDS Magetan.

Magetan, blok-a.com – Sudah lebih hampir 1 tahun usai diresmikan. Klinik Bagas Waras RSUD dr Sayidiman Magetan mengalami beberapa perkembangan yang signifikan.

Saat ini klinik tersebut sudah dipastikan melayani pasien minimal sebanyak 5 hingga 7 pasien di setiap harinya.

“Alhamdulillah untuk saat ini minimal kita melayani 4 hingga pasien disetiap harinya dan itu pasti, hari ini saja belum ada jam 11 siang sudah ada 7 pasien yang kita terapi,” ungkap Penanggungjawab Klinik Bagas Waras RSUD dr Sayidiman Magetan, dr Deni Sulistyorini, MMRS, Selasa (25/2/2025).

Dokter Deni membeberkan, rata-rata pasien yang berkunjung ke klinik ini merupakan pasien yang sudah jenuh terhadap obat kimia dan sakit menahun, sehingga memilih beralih ke pengobatan tradisional.

“Rata-rata pasien yang datang ke sini itu pasien-pasien yang sudah jenuh terhadap obat-obatan, jadi rata-rata yang datang kesini itu yang sudah sakit menahun, yang memiliki keluhan selama bertahun-tahun akhirnya datang ke sini,” beber dia.

Deni mengimbau kepada masyarakat yang ingin berobat maupun terapi akupuntur ke klinik ini agar tak ragu dalam mengambil keputusan.

Sebab pengobatan di klinik ini ditangani oleh tenaga profesional yang ahli dalam pengobatan tradisional.

Selain itu, segala jenis jamu serta obat-obatan herbal tradisional yang ada di sini semuanya sudah lolos tersaintifikasi dan sudah melalui bernagai proses, penelitian, riset dan izin-izin yang berlaku.

“Jamu atau obat herbal yang ada di sini mengobati berbagai gangguan kesehatan, seperti hipertensi, gastritis, migrain serta berbagai keluhan penyakit lainnya, dan yang paling penting jamu ini dapat dikonsumsi berdampingan dengan obat-obatan konvensional, namun perlu diperhatikan minumnya tidak boleh bersamaan dalm arti harus ada jeda,” papar Deni.

Selain itu, dokter Deni juga menginformasikan bahwa RSUD dr Sayidiman saat ini memiliki layanan sistem pengantaran obat, aman, tanpa antrean (Si Anoman).

Bekerjasama dengan PT Pos Indonesia, layanan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah pasien dalam pengambilan obat tanpa melakukan antrean.

“Jadi semua pasien rawat inap di RSUD dr Sayidiman yang sudah diperbolehkan pulang, tidak perlu lama untuk mengantri mengambil obat, akan tetapi obat tersebut akan diantarkan ke alamat rumah pasien dengan biaya sebesar 10 ribu rupiah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini Klinik Bagas Waras masih belum bisa menggunakan pelayanan BPJS Kesehatan, yang berarti apabila masyarakat ingin melakukan pengobatan di klinik harus berstatus pasien umum atau berbayar.
(nan/kim)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com