Eyelink Group Bakal Operasi 300 Pasien Katarak di Pulau Bawean

operasi katarak
Prof Dr dr Nila Anfasa Moeloek , mantan Menkes RI, Gubernur Khofifah, dan Prof KH Muhammad Nuh, di halaman belakang Grahadi, usai ramah tamah.(Humas Pemprov Jatim)

Surabaya, blok-a.com – Perdami, Komatda dan Eyelink Grup akan melakukan operasi katarak di berbagai daerah di Jawa Timur. Rencananya, awal Februari 2023, operasi katarak akan digelar di Pulau Bawean, Gresik.

Eyelink grup bersama Perdami dan Komatda yang dipimpin oleh Profesor Nila Moeloek, di Grahadi, mengatakan operasi katarak sangat dibutuhkan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum memiliki KIS dan BPJS Kesehatan.

Katarak tidak menular tapi mengakibatkan fatal berupa kebutaan kepada penderitanya.

Mata katarak adalah penyakit mata yang disebabkan oleh paparan ultraviolet ataupun penyakit diabetes, hipertensi, dan faktor lain.

Eyelink group secara khusus menemui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di gedung negara Grahadi.

Profesor Nila Moeloek, mengatakan, operasi akan menyasar penderita mata katarak sebanyak 300 orang di Pulau Bawean.

Dia berharap kegiatan operasi mata katarak akan lebih sering dilakukan sehingga dapat menurunkan angka kebutaan di Jawa Timur.

“Kita berkolaborasi dengan Perdami dan Komatda sehingga bisa menginspirasi lebih banyak lagi pihak untuk ikut serta dalam memerangi kebutaan di Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berharap Eyelink group bisa melaksanakan bakti sosial operasi mata katarak lebih sering.

Bukan tidak mungkin baksos tersebut juga akan menggandeng beberapa pihak lain. Sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat penderita mata katarak yang akan dibantu.

“Bisa kami komunikasikan dengan Pangkoarmada, dengan TNI AL, mereka punya kapal, ada dokter dan ruang OK juga yang mungkin bisa membantu,” ujarnya.

Di akhir Khofifah menyampaikan apresiasi kepada eyelink grup yang telah memiliki niatan mulia untuk ambil bagian dalam menurunkan angka kebutaan di Jawa Timur.

“Terima kasih eyelink grup, terima kasih prof Nila atas inisiasi yang luar biasa ini, sekali lagi terimakasih,” pungkasnya.

Nampak hadir Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, dewan penasehat eyelink group – Menteri Kesehatan RI pada periode 2014-2019, Direktur Utama / founder eyelink Muhammad Rusli, Wadirut eyelink Uyik Unari Dwi Kaptuti, Ketua Persatuan Dokter Mata Indonesia Provinsi Jawa Timur Firmansjah, dan didampingi oleh Profesor KH Mohammad Nuh, selaku Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI).(kim/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?