Data Keluarga Diperbarui, Pemkot Malang Yakin Bisa Tekan Angka Stunting

Kota Malang, Blok-A.com – Pemkot Malang bersama Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan pemutakhiran data keluarga untuk menekan angka stunting Rabu, (20/07/2022).

Selain itu, pemutakhiran data keluarga pada 2021 bertujuan untuk menyiapkan data informasi yang terbaru.

Hal tersebut dipaparkan langsung oleh, Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN) Sukaryo Teguh Santoso.

Ia menjelaskan tujuan awal pendataan ini adalah untuk mengukur indikator kinerja BKKBN sendiri, akan tetapi data-data tersebut dapat digunakan untuk penajaman sasaran intervensi pencegahan stunting.

“Dalam pendataan BKKBN, nantinya ada data ibu hamil, data remaja yang akan menikah, data keluarga yang tinggal di wilayah tidak layak huni, data keluarga yang tinggal di sanitasi yang buruk dan akses air yang tidak layak konsumsi”, jelasnya.

Dengan data-data tersebut, pemerintag daerah bisa mengetahui daerah mana yang perlu digenjot dengan program pengurangan stunting.

Sejalan dengan pendataan-pendataan pemutakhiran pendataan keluarga, juga dilakukan perbaruan data-data penajaman untuk interfensi stunting.

Harapannya, anak stunting bisa di angka 14% di dua tahun yang akan datang segera tercapai.

“Untuk saat ini stunting di posisi 24,4%, kita harap dua tahun kedepan akan turun menjadi 14% seiring dengan adanya strategi dari Pemerintah,” ucapnya.

“Strategi yang ditetapkan Pemerintah yakni, melalui aksi promotif dan preventif yang artinya mencegah dengan pendekatan keluarga, seperti yang kita lakukan yakni sasaran utamanya calon pengantin,” tutupnya.
(mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com