500 Lebih Kasus DBD dan 4 Meninggal di Kota Malang

Ilustrasi nyamuk DBD (dok. thinkstock)

Kota Malang, blok-a.com – Di tengah cuaca yang tak menentu, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Malang  melonjak. Hingga akhir Juni 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat ada 529 kasus DBD, dengan empat warga meninggal dunia.

Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Bahkan, RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang menangani 69 kasus DBD selama periode yang sama.

“Berdasarkan catatan kami, terdata hingga akhir Juni 2025 ini, ada setidaknya 529 kasus dan empat di antaranya meninggal dunia,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, Kamis (17/7/2025).

Menurut Meifta, tingginya angka DBD ini tak lepas dari capaian indikator bebas jentik yang masih di bawah target nasional. Kota Malang mencatat angka bebas jentik 92 persen, sedangkan target minimal secara nasional adalah 95 persen.

“Istilah bebas jentik bukan berarti tidak ada jentik sama sekali, tapi maksimal 5 persen dari bangunan yang diperiksa masih boleh ada jentik. Kita masih di angka 92 persen,” jelasnya.

Untuk menekan angka DBD, Dinkes terus menggencarkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta edukasi 3M: menguras, menutup, dan mendaur ulang. Ia berharap keterlibatan aktif masyarakat bisa mempercepat pencapaian target nasional dan menurunkan kasus DBD ke depannya.

“Dengan keterlibatan semua pihak, kami optimis angka bebas jentik bisa mencapai target dan menekan kasus DBD ke depannya,” tegas Meifta.

Sementara itu, Sub Koordinator Hukum, Humas, dan Ketertiban RSSA Malang, Dony Iryan Vebry Prasetyo, menyebut pihaknya telah menangani 69 kasus DBD. Rinciannya, 59 pasien dirawat inap dan 10 lainnya rawat jalan.

“Sebagian besar pasien memang dari wilayah Malang, tapi juga ada yang berasal dari sekitar seperti Pasuruan, Blitar, dan sekitarnya,” ujar Dony.

Dengan masih rendahnya angka bebas jentik dan cuaca yang cenderung basah meski kemarau, masyarakat diimbau tidak lengah. Nyamuk Aedes aegypti tak mengenal musim, dan Kota Malang butuh lebih dari sekadar PSN seremonial. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com