Libatkan Pelapor dalam Gelar Perkara Tragedi Kanjuruhan, Polisi: Transparansi Penyelidikan

Satreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Riski Saputro ditemui awakmedia usai memimpin gelar pekara khusus, Jumat (1/9/2023) malam. (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Satreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Riski Saputro ditemui awakmedia usai memimpin gelar pekara khusus, Jumat (1/9/2023) malam. (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Satreskrim Polres Malang libatkan pelapor yakni, Devi Athok dan Rizal Putra Pratama bersama penasehat hukum dalam gelar perkara khusus terhadap laporan polisi (LP) model B, pada Jumat (1/9/2023).

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Riski Saputro mengatakan, gelaran perkara khusus LP model B berjalan lancar dan memakan waktu cukup panjang, yakni sejak pukul 14.00 WIB sampai dengan 22.15 WIB.

“Gelar perkara berjalan dengan lancar, semua pertanyaan yang disampaikan pelapor maupun penasehat hukum, dapat kami jawab dengan baik. Kami juga berdiskusi dengan lancar,” tutur Wahyu saat ditemui awak media usai memimpin gelar pekara, Jumat (1/9/2023) malam.

Dikatakan Wahyu, gelar perkara khusus ini sebagai bentuk transparansi Polres Malang dalam penanganan LP Model B yang telah dilayangkan oleh pelapor sejak November 2022 silam.

“Kami undang pelapor dan penasehat hukumnya, ini sebagai wujud transparansi kami dalam menindaklanjuti ataupun penyelidikan terhadap laporan polisi model B Kanjuruhan,” tegasnya.

Disinggung terkait dengan tidak terlibatnya terlapor sesuai dengan yang dikeluhkan pelapor, Wahyu mengaku, hal itu dilakukan untuk memastikan kebenaran hasil pemeriksaan terhadap para saksi tambahan.

“Kami memang tidak melibatkan terlapor, kami mengajak pelapor dan penasehat hukumnya tujuannya yang pertama, ingin memastikan kebenaran terhadap hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan terhadap para pelapor, terhadap para saksi-saksi,” urainya.

Wahyu menambahkan, pihaknya juga telah membacakan hasil penyelidikan satu persatu, dan kemudian dilakukan kroscek dan disesuaikan oleh para pelapor dan penasehat hukumnya.

Selanjutnya, dari hasil gelar perkara pertama, ia akan melanjutkan gelar perkara kedua secara internal ditingkat Kepolisian. Rencananya, akan dilaksanakan pada hari Senin (4/9/2023) lusa.

“Setelah ini kita lakukan pendalaman, akan dilaksanakan pada hari Senin (4/9) lusa, melibatkan penyidik, pengawas internal maupun pengawas eksternal sesuai dengan peraturan Kabareskrim yang baru,” pungkasnya. (ptu/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?