Lapas Mojokerto Pindahkan Sejumlah Narapidana, Cegah Overcrowded

Warga binaan lapas Mojokerto yang dipindahkan ke lapas lain.(Blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Warga binaan lapas Mojokerto yang dipindahkan ke lapas lain.(Blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mojokerto melakukan pemindahan sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ke beberapa unit lapas lain yang memiliki fasilitas dan program pembinaan yang efektif.

Langkah ini dilakukan pada Rabu (17/4/2025) sebagai bagian dari strategi pembenahan internal dalam sistem pemasyarakatan.

Pemindahan tersebut tidak hanya menjadi solusi atas persoalan kelebihan kapasitas (overcrowded), tetapi juga diarahkan untuk memastikan bahwa setiap narapidana mendapatkan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan individu mereka.

Dengan pemindahan ke lapas yang memiliki program rehabilitasi khusus, proses reintegrasi sosial diharapkan berjalan lebih maksimal.

Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun sistem pembinaan yang lebih humanis dan berdampak positif.

“Pemindahan narapidana ini bukan sekadar mengurangi kepadatan. Ini adalah bagian dari strategi pembinaan yang terarah, agar para WBP bisa mengikuti program yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mereka,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, setiap lapas tujuan telah dipilih secara selektif berdasarkan kesiapan fasilitas dan kesesuaian program rehabilitasi yang ditawarkan.

Dengan pendekatan ini, Lapas Mojokerto berharap para narapidana bisa lebih cepat beradaptasi dan kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan mental yang lebih baik.

Lebih lanjut, pihak Lapas Mojokerto menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkala serta menerapkan langkah-langkah proaktif demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, dan produktif bagi seluruh penghuni lapas.(sya/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com