Magetan, blok-a.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Magetan menggelar pelatihan dasar barista melalui program Tailor Made Training (TMT) dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Magetan dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta, Selasa (20/10/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama dua minggu tersebut diikuti 16 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program ini menjadi salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Magetan, Hadi Wijaya, menjelaskan bahwa pelatihan barista bertujuan memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
“Pelatihan dasar barista kali ini bekerjasama dengan Disnaker Magetan dan BPVP Surakarta, yang mana nantinya akan diikuti sebanyak 16 Warga Binaan dan berlangsung selama 2 minggu,” jelasnya.
Menurut Hadi, keterampilan di bidang barista memiliki prospek yang cukup menjanjikan seiring berkembangnya usaha kedai kopi dan industri minuman di tengah masyarakat.
“Melalui pelatihan ini diharapkan warga binaan dapat mengenal dunia usaha di bidang minuman dan kopi. Sekaligus memperoleh pengetahuan serta keterampilan dasar dalam meracik dan menyajikan minuman. Yang mana nantinya apabila masa pidananya sudah selesai dapatnya membuka peluang usaha sendiri yang bekal dasarnya sudah diperoleh di sini,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pembinaan di dalam rutan tidak hanya berorientasi pada pembentukan kepribadian, tetapi juga perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi yang dapat menunjang kehidupan warga binaan setelah bebas.
“Melalui program pelatihan berbasis keterampilan ini, pembinaan di dalam rutan ini diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian saja, tetapi juga pengembangan kompetensi yang bisa bermanfaat bagi masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Magetan, Rudy Harsono, berharap pelatihan tersebut dapat mendorong tumbuhnya rasa percaya diri, kreativitas, serta kemandirian para peserta.
“Dengan keterampilan yang diperoleh, mereka diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah kembali menjalani kehidupan di luar rutan,” pungkasnya.
Kolaborasi antara Rutan Magetan, Disnaker Magetan, dan BPVP Surakarta ini menjadi bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung pembinaan berbasis keterampilan. Melalui program tersebut, warga binaan diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus membuka peluang untuk berwirausaha.
Dengan demikian, pelatihan dasar barista diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam mempersiapkan warga binaan. Agar dapat kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keterampilan, lebih mandiri, dan mampu membangun masa depan yang lebih baik. (nan)










Balas