Tekan Kemiskinan, Bupati Jember Instruksikan Proyek Pendidikan Rp3 Miliar Wajib Serap Tenaga Kerja Lokal

Bupati Jember Gus Fawait saat melakukan inspeksi proyek revitalisasi SDN Tanggul Kulon 01 pada Minggu (18/10/2026) malam (foto: istimewa)
Bupati Jember Gus Fawait saat melakukan inspeksi proyek revitalisasi SDN Tanggul Kulon 01 pada Minggu (18/10/2026) malam (foto: istimewa)

Jember, Blok-a.com — Strategi pengentasan kemiskinan berbasis penciptaan lapangan kerja domestik diimplementasikan secara ketat oleh Pemerintah Kabupaten Jember ke dalam proyek-proyek infrastruktur daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Jember Gus Fawait saat melakukan inspeksi proyek revitalisasi SDN Tanggul Kulon 01 pada Minggu (18/10/2026) malam.

Pemerintah daerah memanfaatkan besarnya kucuran anggaran pembangunan fisik dari pemerintah pusat sebagai instrumen stimulan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat kelas bawah di tingkat kecamatan dan desa.

‎Selain berfokus pada peningkatan mutu fisik bangunan sekolah demi kenyamanan siswa, Bupati Jember secara khusus mengeluarkan instruksi tertulis yang mengikat pihak kontraktor pelaksana.

Gus Fawait memerintahkan agar pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di lingkungan sekolah wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal. Khususnya penduduk miskin yang tinggal di radius terdekat lokasi proyek pembangunan di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.

‎Langkah di sektor ketenagakerjaan ini diambil berdasarkan analisis ekonomi makro daerah yang matang. Gus Fawait menguraikan bahwa dengan adanya perputaran dana stimulus bernilai ratusan miliar rupiah dari kementerian pusat yang dialokasikan ke Jember untuk program bedah sekolah, keterlibatan pekerja lokal secara masif diharapkan dapat memberikan dampak ganda (multiplier effect) yang luas terhadap tingkat daya beli masyarakat pedesaan.

‎”Uang miliaran rupiah yang turun dari pusat ini tidak boleh mengalir kembali ke luar daerah. Caranya adalah dengan mempekerjakan tukang dan kuli bangunan dari warga Jember asli. Melalui pelibatan tenaga kerja lokal ini, perputaran ekonomi langsung terjadi di tingkat rumah tangga. Mulai dari konsumsi harian para pekerja yang belanja di warung nasi sekitar, hingga pemenuhan kebutuhan logistik toko bangunan lokal, dinilai mampu secara instan mendongkrak pendapatan warga harian dan menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Tanggul,” urai Gus Fawait menjabarkan filosofi kebijakan ekonominya.

‎Sistem pengawasan terhadap serapan tenaga kerja lokal ini akan dikawal langsung oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bekerja sama dengan jajaran camat setempat. Kontraktor yang terbukti tidak mematuhi klausul pelibatan warga lokal terancam mendapatkan sanksi administratif berupa penundaan pencairan termin proyek.

Pemkab Jember ingin memastikan bahwa setiap proyek fisik yang dibiayai oleh negara harus mendatangkan dua kemanfaatan sekaligus. Yaitu kemanfaatan prasarana jangka panjang bagi dunia pendidikan dan kemanfaatan finansial jangka pendek bagi ketahanan ekonomi keluarga kurang mampu.

‎Di samping membahas urusan penyerapan tenaga kerja sipil, Gus Fawait juga mengingatkan jajaran Dewan Guru dan Komite Sekolah SDN Tanggul Kulon 01. Untuk mengimbangi kemegahan fasilitas fisik gedung baru ini dengan peningkatan kualitas pengajaran nonfisik.

Ketika proyek fisik rampung, pihak sekolah diwajibkan menyusun program penguatan pendidikan karakter, akhlak, dan budi pekerti di lingkungan sekolah.

‎Langkah preventif ini dinilai sangat krusial oleh bupati agar berbagai persoalan kenakalan remaja, degradasi moral, dan pengaruh negatif era digital dapat dicegah sedini mungkin melalui benteng sistem pendidikan yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal yang luhur. (rio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com