blok-a.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Provinsi Jawa Barat melarang siswa SD, SMP sederajat untuk merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine yang jatuh setiap 14 Februari.
Larangan perayaan valentine tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) bernomor 421/690/Sekret-2023.
Mengutip Kompas.com, Disdik Kota Depok beranggapan, hari valentine bertentangan dengan norma agama, sosial dan budaya Indonesia.
Dalam SE yang diterbitkan 9 Febuari ini, ada 4 poin utama yang dikeluarkan terkait ‘haram’nya valentine bagi siswa, antara lain:
1. Menghimbau peserta didik untuk tidak mengikuti dan merayakan hari kasih sayang atau Valentine day baik di dalam maupun di luar sekolah.
2. Pengawas kepala sekolah dan guru melakukan pengawasan dan pemantauan kegiatan peserta didik di masing-masing satuan pendidikan.
3. Menanamkan sikap dan perilaku melestarikan nilai-nilai luhur budaya Indonesia di lingkungan sekolah.
4. Mengambil langkah-langkah pencegahan dan memastikan peserta didik tidak mengikuti dan merayakan kegiatan yang dimaksud.
Melansir History.com, hari Valentine, juga disebut Hari St. Valentine, berasal dari cerita legenda seorang pendeta yang melayani selama abad ketiga di Roma.
Kala itu Kaisar Claudius II memutuskan bahwa para prajurit diutamakan adalah pria lajang. Dia melarang pernikahan untuk pria muda.
Valentine, menyadari ketidakadilan dekrit tersebut, menentang Claudius dan menikah secara rahasia.
Ketika tindakan Valentine diketahui, Claudius memerintahkan agar dia dihukum mati. Sejak itu, hari kematian Valentine diperingati sebagai hari kasih sayang.
Ada pula yang beranggapan bahwa hari Valentine merujuk pada festival Romawi Lupercalia, yang diadakan pada pertengahan Februari.
Festival tersebut merayakan datangnya musim semi, termasuk upacara kesuburan dan pasangan wanita dengan pria melalui undian. Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I melarang perayaan Lupercalia dan kadang-kadang dikaitkan dengan menggantinya dengan Hari St. Valentine.
Pada tahun 1500-an, dan pada akhir tahun 1700-an kartu cetak Valentine komersial mulai digunakan. Kartu valentine komersial pertama di Amerika Serikat dicetak pada pertengahan 1800-an.
Valentine biasanya menggambarkan Cupid, dewa cinta Romawi, bersama dengan hati, yang secara tradisional merupakan pusat emosi. Karena diperkirakan musim kawin burung dimulai pada pertengahan Februari, burung juga menjadi simbol hari itu. (lio)










Balas
Lihat komentar