Kabupaten Malang, blok-a.com – Belakangan ini, publik dihebohkan fenomena meningkatkan kasus diabetes hingga gagal ginjal yang menimpa anak-anak. Tren ini menunjukkan ada lonjakan tajam, hingga menjadi perhatian serius.
Seperti diketahui bersama, Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa sejak 2010 hingga 2023, kasus diabetes pada anak meningkat sebesar 70 persen, terdata juga bahwa 1 dari 5 anak usia 12-18 tahun memiliki gejala awal gagal ginjal, seperti hematuria atau proteinuria.
Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Keperawatan Anak, Universitas Kepanjen, Kabupaten Malang, Sekarini menyatakan keprihatinannya. Sebab menurutnya, awal mula kerusakan ginjal pada anak adalah pola hidup, baik pola makan minum dan pola aktivitas.
“Pola makan dan minum anak-anak saat ini bergeser ke arah kurang baik. Hal itu dapat membawa dampak pada kesehatan tubuh anak secara signifikan,” Sekar sapaan akrabnya kepada Blok-a.com, Senin (5/8/2024).
Menghadapi fenomena tersebut, para orang tua dihimbau lebih jeli untuk mengatur pola hidup buah hatinya. Salah satunya dengan mengatur pola makan yang sehat hingga aktivitas sehari-hari.
“Pilih makanan yang rendah gula, rendah lemak, mengurangi makanan tinggi garam, menghindari makanan kalengan dan makanan instan lainnya. Serta penggunaan bahan makanan yang tinggi lemak jenuh, tinggi glukosa,” bebernya.
Selain itu, sambung Sekar, para anak-anak juga perlu dilakukan aktivitas fisik yang cukup utamanya di luar ruangan. Seperti dengan permainan yang membutuhkan kerja otot, layaknya bersepeda, lompat tali dan lain sebagainya.
Sebab, jika anak tersebut kurang gerak maka akan meningkatkan tinggi berat badan. Hal tersebut juga akan menjadi penyebab diabetes, termasuk juga memgakibatkan obesitas anak.
“Orang tua juga perlu memantau berat badan anak, karena kalau kegemukan dapat meningkatkan risiko diabetes pada anak. Termasuk juga memberikan obat-obatan sendiri secara berlebihan tanpa pengawasan dan petunjuk dari dokter,” sambungnya.
Lebih lanjut, Sekar menerangkan sejumlah tanda-tanda diabetes pada anak yang perlu diwaspadai, yakni pengelihatan mudah kabur, sering kesemutan.
Kamudian, hilangnya kemampuan untuk merasakan sakit atauperubahan suhu, adanya luka yang sulit disembuhkan.
Sedangkan untuk kasus gagal ginjal, tanda-tanda yang sering muncul yakni penurunan jumlah urine, pembengkakan di tungkai, pergelangan kaki, atau telapak kaki, sesak napas.
Sementara itu, untuk anak yang mengalami gagal ginjal akut, biasanya anak akan mengalami mula, muntah, diare, mudah mengantuk, dan buang air kecil sedikit bahkan tidak ada sama sekali.
“Apabila orang tua menemukan tanda-tanda tersebut, maka agar segera membawa anak ke rumah sakit atau tenaga kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (ptu/bob)









