Puasa Setengah Hari Bagi Anak-Anak, Bagaimana Hukumnya?

Hukum Puasa Setengah Hari Bagi Anak-Anak (dok.pexels.com/gabby-k)
Hukum Puasa Setengah Hari Bagi Anak-Anak (dok.pexels.com/gabby-k)

Blok-a.comSejak kecil kita telah mengenal puasa setengah hari atau puasa bedug. Lantas apa itu sebenarnya puasa bedug dan bagaimana hukumnya?

Allah SWT telah memerintahkan seluruh umat-Nya untuk menjalankan ibadah Puasa Ramadan yang berbunyi, 

“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QR. Al-Baqarah: 183). 

Adapun pengertian puasa setengah hari merupakan metode yang umum digunakan oleh orang tua untuk membiasakan anak-anak mereka dengan ibadah puasa. 

Puasa setengah hari juga dikenal sebagai puasa bedug. Puasa ini sering dilakukan oleh anak-anak yang baru belajar berpuasa. 

Puasa setengah hari dapat dilakukan oleh anak-anak yang belum mencapai masa baligh, yaitu fase pertumbuhan dan pubertas dalam islam. 

Puasa setengah hari tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran islam. Namun, metode atau cara ini dapat dijadikan sebagai tahap pembelajaran bagi anak-anak yang sedang belajar untuk berpuasa penuh selama satu hari. 

Anak-anak yang menjalani puasa setengah hari tetap berpartisipasi dalam sahur dan melakukan puasa seperti biasa. 

Anak-anak ini berpuasa mulai dari waktu sahur hingga siang hari atau sampai adzan dzuhur berkumandang, mereka diperbolehkan berbuka puasa di waktu tersebut. Setelah berbuka, mereka kemudian melanjutkan puasanya kembali hingga waktu adzan maghrib tiba. 

“Anak kecil tidak wajib baginya berpuasa, karena ada hadis Nabi SAW, ‘Kewajiban diangkat dari tiga orang, yaitu anak kecil hingga ia baligh, orang yang tidur hingga bangun, orang gila sampai ia sadar’. Anak kecil berumur tujuh tahun diperintahkan untuk berpuasa apabila ia kuat, dan anak yang sudah berumur sepuluh tahun dipukul jika meninggalkan puasa, diqiyaskan dengan sholat,” (Al-Muhadzzab). 

Orang tua disarankan untuk memerintahkan anak-anak yang sudah berusia tujuh tahun untuk mulai berpuasa. Namun, tidak semua anak pada usia tersebut kuat untuk melaksanakan puasa satu hari penuh. 

Mengajarkan anak untuk berpuasa pada bulan Ramadan memang bukan tugas yang mudah. Diperlukan kesabaran agar anak dapat memahami makna sebenarnya dari puasa.

Tujuannya agar anak tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga benar-benar memahami esensi serta nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa. (mg4/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com