Modus-Modus Mahasiswa Senior Ajak Bercumbu Mahasiswi di Malang, Dari Ajakan ke Paralayang Hingga Melihat Jembatan Suhat dari Atas

Jembatan Soekarno Hatta tampak atas

 

Kota Malang, Blok-a.com – Menikmati sunrise di Paralayang hingga melihat jembatan Soekarno Hatta dari atas, adalah segelintir modus mahasiswa tingkat atas untuk mendekati mahasiswi di Kota Malang.

Kedua hal tersebut bak sudah menjadi rahasia umum hingga menjadi bahasan di sosial media.

Modus maut dari mahasiswa laki-laki senior di Kota Malang itu sendiri terkenal bukan hanya untuk mengajak sang gebetan lebih dekat. Tapi modus itu bisa dijadikan cara untuk langsung bercumbu di penginapan.

Salah satu mahasiswi yang pernah menjadi korban modus itu adalah sebut saja, Mawar.

Mawar, seorang mahasiswi baru di Kota Malang, juga pernah mengalami hal tersebut. Dengan malu-malu, dia menceritakan pengalamannya ke Paralayang pertama kali bersama kakak tingkatnya. Kala itu, dia baru dua minggu selesai menjalani ospek kampus.

“Aku memang sempat dekat sama kating (kakak tingkat) ku ini. Terus waktu itu aku intens kontakan sama dia, bahkan dia bantuin tugas-tugas aku awal kuliah,” ujar mahasiswa jurusan ekonomi ini.

Kemudian, Mawar mulai nyaman bersama sang kakak tingkat. Sampai akhirnya mereka menjalin hubungan yang lebih dekat.

“Dia terus ajak aku buat jadi cewe dia gitu. Nah, buat merayakan itu aku diajak pergi ke paralayang buat liat sunrise,” kata dia.

Mawar dengan sumringah menerima ajakan tersebut. Kemudian, mereka pergi berdua pukul 12 malam ke Paralayang. Diketahui, Paralayang sebetulnya sebuah tempat wisata untuk olahraga paralayang di Jalan Gunung Banyak, Kota Batu.

Karena dingin, sang kakak tingkat kerap menawarinya pelukan. Hingga kemudian mereka berhasil melihat sunrise. Namun, Mawar sangat mengantuk sesudahnya. Terlebih, dia tidak terbiasa begadang.

“Ya udah, habis gitu aku ditanya ‘Dek ngantuk? Capek? Ini perjalanan masih jauh lho mau tidur aja?’ gitu. Ya terus akhirnya dia inisiatif buat booking kamar di bawah itu. Di kawasan songgoritinya,” kata Mawar.

Waktu itu, Mawar sebetulnya merasa takut-takut namun senang. Dia bisa berduaan dengan sang kekasih lebih lama yang merupakan pengalaman barunya. Namun, dia merasa takut karena ini merupakan pengalaman pertamanya.

Ketika ditanya soal aktivitasnya di dalam kamar, Mawar enggan menjawab. Namun dia menegaskan tidak terjadi hubungan badan. Mawar juga menolak untuk melakukan yang lebih jauh.

“Cuma pegang-pegang aja,” kata dia singkat.

Setelah itu, Mawar menyebut bahwa sang kakak tingkat berhenti menghubunginya. Dan setelah lama kemudian, Mawar baru mengetahui bahwa dirinya adalah selingkuhan.

“Ya udah ternyata selama ini dia udah punya pasangan, aku akhirnya pergi juga,” kata gadis asal Dampit ini, kecewa.

Pengalaman yang hampir sama juga dialami oleh mahasiswa semester 3, Via. Kala itu, dia diajak oleh sang kakak tingkat untuk melihat jembatan Soekarno Hatta dari atas.

“Pernah banget, aku diajak lihat jembatan Suhat (Soekarno Hatta) itu dari atas dong. Tapi aku nanya ke teman-teman aku yang lain, yang asli Malang trus mereka bilang jangan dipercaya nanti aku diapa-apain,” kata gadis berambut panjang itu.

Menurut Via, dia baru mengetahui bahwa melihat jembatan Suhat dari atas artinya menginap di apartemen yang tidak jauh dari sana.

“Kan ada yang mengarah ke jembatan itu kata temenku, jadi nanti habis ‘enak-enak’ lihat jembatan,” kata dia. (wdy/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com