Kompres Dingin atau Kompres Hangat untuk Mengatasi Demam pada Anak?

Ilustrasi anak demam
Ilustrasi anak demam

Blok-a.com – Demam pada anak sering kali membuat orangtua khawatir, dan salah satu cara yang sering dipilih untuk meredakan demam adalah dengan memberikan kompres.

Namun, masih banyak orangtua yang bingung memilih antara kompres dingin atau kompres hangat. Berdasarkan penjelasan dari Dokter Ary Andri dalam video TikTok-nya @aryandri_s, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis kompres yang tepat.

Sebagian orangtua cenderung memberikan kompres dingin pada tubuh anak yang demam, dengan harapan panas dapat “pindah” ke kain dingin tersebut, dan suhu tubuh pun turun.

“Bagi teman-teman yang sering memberikan kompres dingin, mungkin berpegangan pada hukum fisika, yang mana panas dari suatu benda dapat berpindah ke benda yang lainnya. Maka dari itu ketika memberikan kompres dingin, kita berharap panas dari tubuh anak akan berpindah ke kain dingin tersebut sehingga suhu tubuh anak akan turun,” ujar Dokter Ary.

Namun, menurut Dokter Ary, memberikan kompres dingin justru bisa membingungkan tubuh, terutama hipotalamus, yang merupakan pusat pengatur suhu tubuh.

Saat kompres dingin diterapkan, hipotalamus menerima sinyal dingin dan bukannya sinyal untuk menurunkan suhu tubuh. Akibatnya, hipotalamus malah akan memberikan perintah untuk meningkatkan suhu tubuh.

“Yang seharusnya hipotalamus memberikan perintah untuk menurunkan suhu, tetapi dikarenakan adanya benda dingin yang menempel di kulit, dia malah akan memberikan perintah untuk menaikkan suhu,” kata Dokter Ary

Fenomena ini juga dapat memicu menggigil, yang merupakan respons tubuh untuk menaikkan suhu tubuh. Selain itu, kompres dingin menyebabkan vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini menghambat proses pelepasan panas dari tubuh, sehingga tubuh justru kesulitan dalam menurunkan suhu.

“Pemberian kompres dingin ini juga akan menyebabkan vasokonstriksi, di mana pembuluh darah akan menyempit sehingga hal tersebut akan lebih menyulitkan tubuh untuk mengeluarkan panas,”

Sebaliknya, kompres hangat justru lebih dianjurkan dalam situasi ini. Dokter Ary menjelaskan bahwa kompres hangat dapat menyebabkan vasodilatasi, yaitu pelebaran pembuluh darah, yang memudahkan tubuh untuk melepaskan panas.

“Maka dari itu lebih disarankan untuk memakai kompres hangat karena sifatnya yang membuat vasodilatasi, yaitu melebarkan pembuluh darah, sehingga hal tersebut akan lebih memudahkan tubuh untuk mengeluarkan panas,” pungkasnya. (hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com