Kiat Menjaga Kesehatan Mental Selama Lebaran 2024

Menjaga Kesehatan Mental Selama Lebaran 2024 (dok.MindraPurnomo/infografis detikcom)
Menjaga Kesehatan Mental Selama Lebaran 2024 (dok.MindraPurnomo/infografis detikcom)

Blok-a.comLebaran adalah saat yang dinanti-nantikan oleh banyak orang, khususnya umat muslim. Namun, di tengah keceriaannya Lebaran juga membutuhkan banyak energi, terutama secara mental. Seperti silaturahmi ke sanak saudara sambil dibanding-bandingkan satu sama lain, bertemu banyak orang, hingga perjalanan mudik jarak jauh. 

Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan yang bisa mengganggu mental selama Lebaran:

1. Tetap Tegar Ketika Dibanding-bandingkan dengan Sepupu

Saat dibanding-bandingkan, sebaiknya jangan langsung dimasukkan ke dalam hati. Bersikaplah tenang seraya tersenyum. Tetaplah berpikiran bahwa apa yang mereka ucapkan hanya sebatas inspirasi. 

Setiap orang memiliki pemikiran, tujuan, serta prinsip hidup masing-masing. Tetap fokus sambil terus menambah value yang ada pada diri sendiri. 

2. Cara Hindari Stres Urus Rumah yang Banyak Tamu

Pertama, koordinasikan dan bagilah dengan seluruh anggota keluarga pekerjaan apa saja yang nantinya akan dikerjakan sebelum dan pasca kedatangan tamu ke rumah. 

Tidak lupa dengan perlengkapan seperti kantong sampah besar, piring sekali pakai, gelas plastik, hingga lap untuk menunjang kebersihan serta memudahkan dalam mengerjakan pekerjaan rumah. 

Selain itu, luangkan waktu untuk bersantai dengan duduk dan makan hidangan serta camilan khas Lebaran. 

3. Siapkan Mental Hadapi Mudik Lebaran Jarak Jauh

Barang bawaan yang banyak biasanya menjadi pemicu stres saat mudik. Untuk itu, sebaiknya persiapkan barang-barang penting yang dibutuhkan saja, misalnya obat-obatan pribadi. 

Menempuh perjalanan jauh membuat kita harus pintar dalam menciptakan suasana nyaman. Membawa bantal leher bisa Anda coba untuk membuat tidur lebih nyaman di dalam kendaraan ketika menempuh perjalanan mudik. 

Persiapkan camilan, hiburan seperti musik atau film yang disukai agar perjalanan tidak terasa membosankan. 

Berbincang dengan keluarga mengenai hal atau isu baru bisa menjadi referensi kegiatan saat macet di perjalanan. 

Kiat Menjaga Kesehatan Mental Selama Lebaran

Atur Harapan yang Realistis

Menetapkan tujuan pribadi selama Ramadan dan Lebaran dapat menjadi kunci utama dalam memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya serta menjaga motivasi dan fokus selama bulan suci ini. 

Pentingnya membuat tujuan yang realistis dan sesuai dengan kemampuan diri sendiri harus diingat. 

Momen Lebaran seharusnya tidak menjadi beban. 

Penting untuk menghindari perbandingan dengan orang lain. Perbandingan tersebut bisa mencakup soal kapan nikah, kapan lulus, hingga kapan mencapai target-target kesuksesan berdasarkan stereotip orang-orang di sekitar. 

Meskipun Anda ada keinginan untuk melakukan hal yang sama, jangan merasa bersalah jika tidak dapat melakukannya. 

Manfaatkan Waktu Sendiri

Selama Lebaran, kita cenderung merasa lelah. Maka luangkan waktu untuk aktivitas yang kita nikmati seperti membaca, menulis jurnal, bermain alat musik, atau mengerjakan hobi baru. 

Pastikan juga untuk menjaga kesehatan fisik dengan menerapkan pola makan sehat, minum air yang cukup, serta rutin berolahraga. 

Selama keramaian Lebaran, penting untuk tetap menghormati batas-batas pribadi. Jika merasa lelah atau tidak nyaman dengan situasi tertentu, jangan ragu untuk mengatakan tidak. 

Memberikan ruang untuk diri sendiri merupakan aspek penting dari self care

Jaga Kualitas Tidur

Tidur yang cukup dan berkualitas adalah kunci dalam menjaga kesehatan mental yang baik. 

Gangguan kesehatan mental seringkali berdampak pada sulitnya tidur nyenyak seseorang. 

Kurangnya waktu tidur akibat insomnia juga dapat menjadi penyebab serta memperparah masalah kesehatan mental. 

Pentingnya Berolahraga

Olahraga dapat merangsang pelepasan endorfin, hormone yang membantu mengurangi stress dan meningkatkan suasana hati. 

Hal ini membuat olahraga menjadi cara efektif untuk mengurangi stress, kecemasan, dan depresi. 

Anda dapat menambah aktivitas fisik sehari-hari dengan cara-cara kecil seperti naik tangga atau berjalan kaki ke tempat-tempat terdekat.

Untuk mendapatkan hasil optimal, disarankan untuk melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari. 

Berbagi dan Berbuat Baik

Perilaku baik serta tindakan amal dapat membantu mengurangi stress dan meningkatkan kesejahteraan emosional seseorang. 

Ada berbagai perbuatan baik yang dapat dilakukan seperti, menyumbang untuk kegiatan amal, membantu teman, keluarga, hingga tetangga, berbagi makanan, menyumbang ke bank makanan, atau membantu membersihkan lingkungan. 

Penting untuk diingat bahwa tindakan amal harus sesuai dengan kemampuan individu. (mg4/lio)

Penulis: Amelia Puspa Ningrum (Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com