Ini Ciri-Ciri Mahasiswa di Malang yang Biasa Modus Ajak Mahasiswi untuk Bercumbu saja Tanpa Komitmen

Ilustrasi hubungan asmara (foto : SKATA)

 

Kota Malang, Blok-a.com – Fenomena modus ajakan mahasiswa senior kepada mahasiswi baru untuk bercumbu tengah menjadi sorotan. Pola perilaku pergaulan bebas, di bawah maraknya tajuk “Malang Gaya Bebas”, telah memakan banyak korban. Baik dari sisi sosial dan psikologis.

Adapun alasan kenapa mahasiswa-mahasiswa di Malang ini kerap menjadikan mahasiswi ini sebagai modus untuk bercumbu saja tanpa komitmen.

Menurut psikolog dan konselor, Romi Anshorulloh, untuk laki-laki yang kerap mencari kasih sayang dari figur lain bisa lahir dari pola asuh. Terutama, bagi seseorang yang tidak terpenuhi kasih sayang dari sosok ibu.

“Untuk sosok motherless itu seperti kurang merasa dapat perhatian, kedekatan emosional, jadi ada ruang kosong untuk seseorang melengkapi profil ibu dalam dirinya,” beber Romi pada (1/9/2024)

Hal itu bisa memunculkan pola perilaku yang berubah menjadi siklus lingkaran setan untuk mendekati perempuan. Sehingga, kebutuhannya tidak benar-benar untuk menjalin hubungan. Namun lebih ke pemenuhan diri sendiri.

“Apabila kekosongan itu jadi obsesi maka ya akan lahir sisi egois. Kalau kata orang egois, kalau menurut dia tidak,” ujar Kabid BPOK Asosiasi Psikologi Islam wilayah Jawa Timur ini.

Sifat tersebut juga bisa melahirkan ciri lain. Seperti kasar pada orang lain, keras, dan tidak berpendirian.

Menurut Romi, ciri tersebut bisa terdeteksi mulai sejak dini. Pasalnya, pola perilaku tersebut bisa muncul kapan saja. Bahkan, bisa terlihat sejak anak-anak.

Sementara itu, laki-laki yang memiliki kecenderungan untuk melakukan modus tersebut juga bisa dilihat dari cara pandang terhadap wanita. Hal itu disampaikan oleh anggota P2TP2A Kota Batu P2TP2A Kota Batu, Salma Safitri Rahayaan, SH.

Dari banyak kasus, memang bisa dideteksi mana ciri laki-laki yang hanya modus semata. Mereka hanya membicarakan soal tubuh dan fisik saja. Serta, tidak menutup kemungkinan juga membahas hal-hal biologis pada lawan jenis semata.

“Laki laki yang menginginkan tubuh perempuan saja, seringkali hanya menempatkan perempuan sebagai makhluk biologis saja. Sehingga dia tidak peduli dengan sisi intelektual, spiritual dan sosiologis saja,” kata dia.

Laki-laki tersebut akan melakukan segala cara untuk mendapatkan mangsanya. Sehingga, hanya menjadikannya objek semata. Tidak pernah ada langkah komitmen yang akan diambil setelahnya.

“Dia akan menempatkan perempuan hanya seperti seonggok daging saja,” ujar dia. (wdy/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com