Kota Malang, Blok-a.com – Penolakan bukan penghambat bagi sosok Putri Tenun & Songket Indonesia 2023 ini. Dialah Ida Ayu Natasya Gabriella Pradnya, yang berhasil meraih gelar tersebut dengan perjuangan selama bertahun-tahun.
Perjalanannya tidak selalu mulus, Ayu, sapaannya, sempat mengalami penolakan. Dulunya, Ayu sudah merasakan pahitnya ditolak sejak usia belia.
“Dulu, selama menduduki masa SMA saya gagal menjadi bagian dari anggota OSIS. Saya juga tidak pernah mendapatkan kesempatan menjadi seorang duta walaupun sudah mencoba berulang kali di daerah saya tinggal yaitu Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Tak hanya berhenti di situ. Dita juga alami penolakan saat lulus SMA. Dia ditolak oleh kampus pendidikan dokter impiannya. Dia juga harus menelan pahitnya kegagalan pada jalur SNMPTN dan SBMPTN.
Kemudian, Ida memilih untuk masuk jurusan Sarjana Kebidanan, yang pada akhirnya membuka pintu kesuksesan baru.
“Kegagalan adalah pengalaman terbaik, sehingga ketika saya tidak mendapatkan kesempatan menjadi mahasiswa kedokteran tetapi jadi mahasiswa kebidanan, saya berusaha berprogres aktif dalam dunia organisasi dan mengeksplor kehidupan kuliah serta berbagai kegiatan seperti lomba baik dalam bidang akademis maupun non akademis,” kata Ida Ayu.
Dari kecil, Ayu selalu ingin menjadi model dan MC. Sehingga, dia menggali passionnya dalam public speaking. Awalnya, Ayu tak percaya diri. Namun, dia berani keluar dari zona nyaman, dia aktif dalam berbagai kegiatan.
Ayu mulai menenggelamkan diri pada dunia MC, model, dan talent di wilayah Jawa Timur selama kuliah. Selain itu, gadis berambut panjang ini juga mulai menekuni dunia sosial media influencer dengan membagikan aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, dia juga pernah mengalami penolakan di dalam organisasi kampus. Namun, dia tidak menyerah kemudian kembali mengikuti seleksi.
Akhirnya, dia berhasil masuk ke dalam organisasi BEM dan kepanitiaan besar di Fakultas Kedokteran UB. Keterlibatannya dalam organisasi ini mengantarkannya meraih gelar Putra Putri Fakultas Kedokteran. Dari sanalah, dia berusaha kembali menggaungkan namanya, hingga lolos menjadi Putri Tenun & Songket Indonesia 2023.
“Dengan pengalaman bersuara di organisasi, mendorong saya untuk mengikuti ajang duta fakultas dan mendapatkan gelar juara 1. Dari sinilah, titik awal saya menggeluti dunia pageant dan public speaking,” ujar Ida Ayu.
Selama bertugas sebagai Putri Tenun & Songket 2023, dia menjadi volunteer aktif dalam kegiatan “Cerita Sehat,” yakni relawan tim kesehatan yang mengedukasi masyarakat di wilayah Jawa Timur.
Ke depan, Ayu memiliki rencana untuk melanjutkan studi magister hingga doktor dengan beasiswa. Namun, dalam waktu dekat, dia sedang berusaha mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Puteri Indonesia 2024.
“Dalam proses pengembangan karir, saya ingin melanjutkan studi magister hingga doktor dengan beasiswa untuk menunjang cita-cita saya menjadi seorang dosen. Serta saya ingin terus mengembangkan diri dalam bidang pageant dan entertain dengan mengikuti ajang nasional berikutnya untuk mengharumkan nama Jawa Timur di kancah nasional hingga Internasional,” pungkasnya. (wdy/bob)









