Kota Malang, blok-A.com – Pengalaman menakjubkan didapat saat menonton film Pengabdi Setan 2: Communion di Cinépolis Matos.
Betapa tidak setelah menonton film disutradarai Joko Anwar, penonton di bioskop disuguhkan dengan penampilan seseorang seperti Ibu lengkap dengan dress putihnya yang menyeramkan.
Ibu berjalan setelah film di ruang studio bioskop. Dengan lighting yang remang-remang Ibu pun menyapa dan berjalan ke tempat duduk penonton.
Sontak hal itu membuat penonton menjerti histeris.
“Wah ibu,” ujar salah satu penonton di studio, Selasa (9/08/2022).
Ibu pun semakin membuat penonton merinding tak kalah menempati tempat duduk bioskop yang kosong.
Penonton perempuan yang sendirian pun menjadi sasaran Ibu yang ber-makeup tebal dan kerudung transparan.
Terlihat perempuan itu hanya terduduk kaku. Tak menoleh Ibu yang usil duduk disampingnya.
Penonton yang lain pun tertawa melihat momen itu. Beberapa ada yang mengabadikan momen itu.
Tak hanya itu, seorang yang berpenampilan pocong juga menyeret perhatian. Beberapa penonton pun tak berani beranjak dari kursinya.
Pocong itu melompat-lompat di tangga bioskop hingga ke tempat duduk A di Cinepolis.
“Waw gak hanya Ibu ada pocongnya juga. Gila sih ini,” celetuk penonton lainnya.
Sementara itu, salah satu penonton Pengabdi Setan 2: Communion, Aisyah mengaku senang bisa menonton di Cinepolis.
Dia menjelaskan, adanya Ibu dan Pocong membuat pengalamannya menonton langsung menjadi nyata. Imajinasinya saat melihat Ibu di layar lebar terpampang nyata langsung setelah tirai bioskop tertutup.
“Ya seneng sih. Awalnya takut. Karakter Ibu soalnya kental banget ya di film kedua ini. Terus bisa ketemu langsung. Awalnya takut akhirnya saya malah foto,” ujarnya.
Sinopsis Pengabdi Setan 2: Communion
Film yang dibintangi Tara Basro ini tetap melanjutkan cerita di film sebelumnya.
Setting waktunya terjadi setelah beberapa tahun setelah film pertama, yakni sekitar tahun 1984.
Rini beserta adik-adiknya, Toni (diperankan oleh Muhammad Adhiyat), Bondi (diperankan oleh Nasar Annuz) dan sang ayah (diperankan oleh Bront Palarae) kini pindah tempat tinggal dan menempati rumah susun.
Dipikir keluarga tersebut, di rumah susun akan lebih aman daripada tinggal di rumah kuno seperti di film pertama.
Namun semua itu salah. Ternyata tinggal di rumah susun bersama dengan banyak orang, juga dapat mendatangkan malapetaka.
Terlebih lagi, jika orang-orang tersebut tidak dikenali, dan tidak diketahui latar belakang serta kepribadiannya.
Dan itulah yang mereka rasakan. Lambat laun, mereka mulai menyadari bahwa, tinggal bersama dengan banyak orang, tidaklah seaman yang mereka bayangkan.
Terror demi terror mulai berdatangan, hingga pada puncaknya, pada sebuah malam penuh terror dan kengerian, Rini dan keluarganya harus kembali bertaruh nyawa demi bisa menyelamatkan diri dari peristiwa yang mengancam nyawa mereka. (bob)










Balas
Lihat komentar