Malang, Blok-a.com – Di balik selembar daster bordir yang anggun, ada perjalanan panjang Felicia Collection-House of Sleepwear selama lebih dari empat dekade. Dengan tagline “Cantik di Rumah”, merek yang kini beralamat di Jalan T.G.P. No.4, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini telah menjadi salah satu rujukan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Apel.
Berawal dari sebuah usaha rumahan yang bisa tumbuh menjadi brand legendaris. Pelanggannya tak cuma berasal dari masyarakat biasa, tetapi hingga kalangan pejabat. Ini membuktikan bahwa daster bordir aplikasi buatan Felicia Collection-House of Sleepwear memang memiliki keistimewaan tersendiri.
Dari Job Order Sampai Punya Outlet
Perjalanan Felicia Collection dimulai pada awal dekade 1980-an sebagai usaha rumahan sederhana. Saat itu, bisnis yang dirintis oleh ibu dari pemilik saat ini, Lidya Sandra, hanya melayani pesanan khusus tanpa memiliki toko fisik.
“Awalnya kami hanya melayani job order, belum punya toko,” ujar Lidya Sandra, pemilik Felicia Collection saat diwawancarai tim Blok-a.com.
Setelah bertahun-tahun melayani pelanggan setia dari rumah, Felicia berani melangkah lebih jauh dengan membuka toko pertama di Jalan Gajah Mada, Malang. Keputusan ini juga menandai peralihan dari bisnis rumahan ke brand yang lebih serius.
“Karena semakin banyak pelanggan yang ingin membeli langsung, akhirnya dibukalah toko kecil di Jalan Gajah Mada, Malang, yang juga menjadi tempat produksi,” jelas Lidya.
Ternyata benar, di lokasi barunya, reputasi Felicia mulai meluas. Jika awalnya sekadar pelanggan pribadi, kini banyak pesanan datang dari berbagai komunitas. Termasuk rombongan Dharma Wanita dan kalangan pejabat yang mulai mengenal kualitas daster bordir buatan Felicia.

Sekitar awal 1990-an, Felicia memindahkan tokonya ke lokasi yang kini menjadi rumah tetapnya, Jalan Tenes Gajah Mada (TGP) No.4. Lokasi baru ini menjadi markas yang bertahan hingga sekarang, lebih dari 30 tahun lamanya.
“Sekitar 30 tahun lalu, usaha ini berpindah ke Jalan T.G.P. No.4, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dan menetap hingga saat ini,” demikian catatan sejarah perusahaan.
Di sinilah Felicia berkembang pesat. Produksi kian meningkat dengan dukungan sekitar 12 karyawan di lokasi utama dan hampir 50 pengerajin bordir dari desa Cemoro Kandang dan Wendit. Daster bordir Felicia pun menjelma sebagai identitas khas, bahkan sering dibawa sebagai oleh-oleh atau hadiah istimewa.
“Saya ada 2 desa, di Cemoro Kandang dan satunya di Wendit. Udah dari dulu, jadi memanfaatkan orang-orang sekitar. Mereka bagian bordirnya aja, kalau jahit di sini, sama ada beberapa di luar juga, cuma ambil sendiri mereka dan ambilnya nggak banyak,” ungkap Lidya menjelaskan skala produksinya.
Warisan dan Filosofi Felicia
Menariknya, nama “Felicia Collection” baru mulai digunakan sekitar 25 tahun lalu sebagai identitas merek yang lebih jelas. Nama tersebut diambil dari putri Lidya Sandra, Felicia Agatha Christanto.
Kini, nama itu sudah melekat sebagai merek yang kuat. Ia merepresentasikan perjalanan turun temurun, dari ibunda pemilik saat ini. Lalu Felicia Agatha yang sedang dipersiapkan sebagai pewaris usaha daster bordir khas Malang ini.
Felicia sendiri merupakan bahasa Latin, yang jika diterjemahkan berarti ‘kebahagiaan’. Bagi produsen daster bordir khas Malang ini, nama tersebut mengandung filosofi yang konsisten. Yakni, membuat perempuan tetap merasa cantik dan percaya diri meski hanya berada di rumah.
“Walaupun cuma baju rumah, kami ingin perempuan tetap terlihat cantik dan rapi,” ujar Lidya menutup wawancara. Ini menjadi rangkuman filosofi yang telah membawa Felicia Collection bertahan dan berkembang selama empat dekade




