Harga Kedelai Meroket Tinggi, Tempe Peringkat Satu Penyumbang Inflasi

tempe oro dowo
Penjual tempe di pasar Oro oro dowo Kota Malang.(Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, blok-a.com – Harga kedelai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal tersebut menyebabkan meroketnya harga tempe dan tahu di Kota Malang.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, harga tempe di Kota Malang naik sebesar 8,12 persen di bulan November dan memberikan andil terhadap inflasi Kota Malang sebesar 0,412 persen.

Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini menyatakan, kenaikan harga tempe tersebut menjadi peringkat pertama penyumbang inflasi Kota Malang.

“Andil utama inflasi di bulan November kali ini di peringkat pertama adalah tempe dengan andil inflasi sebesar 0,0412 persen. Jadi kenaikannya cukup lumayan karena kenaikan harga kedelai, sebagai bahan bakunya. Mungkin konsumen tidak merasa ada kenaikan, namun secara ukuran diperkecil oleh pedagang dari harga dari Rp13.260 menjadi Rp14.330 per kilogramnya,” ujar Erni, dikutip dari Berita Resmi Ststiatik (BRS) Kota Malang.

Sementara itu dari pantauan blok-a.com di lapangan, kenaikan tersebut benar adanya. Salah satu penjual tempe di Pasar Oro-Oro Dowo, Muhammad Syifa mengungkapkan kenaikan tempe disebabkan meroketnya harga kedelai sejak awal tahun 2022.

“Dari awal tahun kedelai memang sudah naik. Tapi tidak langsung tinggi, setiap harinya naik dikit dikit tapi kan lama-lama jadi bukit. Yang awalnya 6 ribu sekarang jadi 15 ribu perkilonya,” ungkap Syifa saat dikonfirmasi blok-a.com, Selasa (6/12/2022).

Meskipun dengan demikian, Syifa mengaku tetap menjual tempe dengan harga tetap. Namun, ia mengakalinya dengan memperkecil ukuran tempenya.

“Tetap jual harga Rp 5 ribu, tapi ukurannya dikecilkan kalau gak gitu gak dapat untung,” katanya.

Namun, lanjut Syifa, tidak menutup kemungkinan kenaikan harga akan dilakukan menjelang Nataru. Ia menyebut, kemungkinan naiknya pun tidak besar hanya naik sekitar seribu rupiah perbaloknya.

“Jelang nataru mungkin akan mengalami kenaikan dari 5 ribu ke 6 ribu dengan ukuran yang sama,” jelasnya

Lebih lanjut, ia menuturkan, kenaikan kedelai tersebut mempengaruhi kenaikan segala jenis tempe mulai dari tempe kedelai, tempe kacang tanah hingga tempe mendol.

Semetara saat disinggung terkait minat konsumen, ia mengatakan permintaan konsumen sedikit mengalami penurunan namun tidak signifikan.

“Kalau untuk penjualan sedikit turun. Dari biasanya bawa 12 potong yang besar, sekarang hanya 10. Tapi kalau hari besar atau sabtu minggu saya tambah sedikit,” tutupnya.(ptu/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?